:::: MENU ::::

Selamat datang di Weblog pribadi saya. Semoga informasi yang saya berikan bermanfaat ya kawans!

  • Apakah Saat Ini Indonesia Siap Menjadi Pemain Utama Pada Industri Mobil Listrik Nasional?

  • Kontroversi Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) Di Indonesia

  • Harga BBM Naik: Inilah Alasan Kenapa Subsidi BBM Harus Dikurangi

  • 6 Hal Yang Terjadi Jika Kita Mengaktifkan Energi Nuklir Di Indonesia

  • 7 Sumber Utama Energi Masa Depan

  • Hal-Hal Yang Perlu Diketahui Tentang Program Listrik 35000 MW Era Pak Jokowi

  • Apakah Pembangkit Listrik Tenaga Bayu Efektif Jika Diterapkan Di Indonesia?

Jumat, 04 September 2015

Pada bagian kedua kali ini, Saya ingin membahas tentang beberapa hal yang saya rasa penting mengenai melatih pikiran di dalam parkour dengan tujuan untuk Menjadi dan Bertahan (To Be and To Last) di dalam disiplin ini.  Topik berikut ini disajikan bukan menurut urutan kepentingan, namun hanya dimaksudkan sebagai nasihat untuk mengembangkan dan mempertahankan pola pikir yang efektif dalam berlatih dan berkembang di dalam Parkour.

Terus terang saja, membentuk pemikiran yang kuat jauh lebih sulit ketimbang membentuk tubuh yang kuat, jadi hal ini tidak akan berlangsung dalam satu malam saja. Parkour sama sekali tidak mudah, dalam bentuk dan hal apapun, Parkour akan mengujimu dan menekanmu dengan sesuatu yang sama sekali tak kau sukai. Kau akan terluka sekarang dan nanti. Setiap kali berlatih, Parkour akan mengumbar dan menyoroti kelemahanmu, baik secara fisik atau psikologi, dan Parkour akan menjawabmu secara jujur dan brutal jika kau bertanya “Apa yang bisa Aku lakukan hari ini?”
Bagian pendahuluan dari artikel ini bisa dibaca pada Bagian 1 mengenai melatih tubuh.

Olrait!

Foto dikutip dari: parkourgenerations.com

---

14. Seni Berperang

Setiap orang memang berbeda, tapi jika Kau menanggalkan semua lapisan luar dari Parkour, maka yang ada di intinya adalah tentang berhadapan secara fisik dengan tantangan dan rintangan, dan penggunaan gerakan sebagai suatu jenis senjata. Pada setiap konflik, ada yang menang dan ada yang kalah, dan hal ini juga berlaku dalam Parkour. Ketika kau berhadapan dengan musuh yang lemah, maka ada kemungkinan besar kau akan menang, namun kau harus tetap fokus dan memperhitungkan pendekatanmu. Semakin imbang kemampuan musuhmu dengan skill yang kau punya, maka semakin besar pula kemampuannya untuk mengalahkanmu. Tentu saja, jika kau memilih untuk berhadapan dengan musuh yang terlihat hebat, kau sebaiknya memiliki alasan yang kuat untuk bertarung karena kau kemungkinan akan kalah.

Bagiku, setiap lompatan itu sama saja. Bahkan lompatan yang tampak mudah pun akan menuntutmu untuk berkonsentrasi, jika tidak maka akan membuatmu celaka. Dan bahkan lompatan yang sederhana pun memiliki sesuatu untuk diajarkan kepadamu. Ketika kau berhadapan dengan lompatan yang mendekati batas kemampuanmu, kau harus memberi perhatian lebih dan mengandalkan pada pengalamanmu sebelumnya untuk menentukan cara terbaik untuk melakukan lompatan tersebut. Kau dituntut untuk percaya diri tapi di saat yang sama kau tak bisa menganggap sepele.
Dan ketika berhadapan dengan musuh yang lebih hebat darimu ─ menghadapi lompatan yang di luar batas kemampuanmu saat itu, hanya akan membuatmu cidera atau bahkan lebih buruk.  Musuh semacam ini, atau rintangan semacam ini, hanya boleh dilawan sebagai jalan terakhir.

“Jika kau mengetahui lawanmu dan juga dirimu, kau tak perlu takut akan hasil ratusan pertempuran. Jika kau mengetahui dirimu tapi tidak lawanmu, pada setiap kemenangan kau akan menderita kekalahan. Jika kau tidak mengetahui dirimu juga lawanmu, kau akan kalah pada setiap pertempuran” – Sun Tzu, the Art of War.

---

15. Menerima kenyataan bahwa 

terkadang obstacle akan menang

Kau hendak menghadapi lompatan yang sebetulnya mampu kau lakukan tapi tampak tak bisa kau lakukan hari ini, dan ini adalah ujian yang nyata terhadap kerendahan hati dan kesabaranmu. Pada situasi seperti ini, kau biasanya dihadapkan pada dua pilihan: Pergi dan kembali lagi lain hari, atau kau akan tetap bertahan dengan masalah itu dengan harapan bisa menyelesaikannya. Terkadang bisa, terkadang tidak.

Ketika kau melihat lompatan yang mengerikan pertama kali, ada semacam jendela kemungkinan yang terbuka, yang membuatmu berdialog dengan diri sendiri selama beberapa detik hingga beberapa menit. Kau akan membandingkan dengan lompatan sebelumya, meyakinkan dirimu dengan kemampuan yang kau miliki, menjajal tempatlanding juga tempat take-off nya, menguji daerah lari nya, dan melakukan percobaan beberapa kali. Tapi pada akhirnya, jendela kemungkinan itu akan mulai menutup seiring masuknya rasa ragu. Semakin lama kau berada di sana, semakin banyak rasa takut, kemarahan, dan keraguan yang mungkin kau undang ke dalam pertimbanganmu, dan semakin mengerikan lompatan itu jadinya.
Kau akan terlalu memikirkan masalah tersebut dan terpaku pada kemungkinan negatifnya, dan hanya orang-orang tertentu saja yang bisa menembus masalah semacam itu, tetap bisa berpikiran positif, dan mampu membongkar jendela kemungkinan itu lagi. 

Seorang rekan saya mendeskripsikan hal ini dengan cara yang bagus, dia seolah sedang berada di tengah laut di atas papan selancarnya dan berusaha untuk kembali ke tepian pantai, terkadang ombak datang membawa harapan untuk kembali pulang hanya jika dia punya cukup keberanian untuk berdiri di atas papannya dan mengendarai ombak itu untuk sampai ke tepian, jika dia melewatkan kesempatan itu, maka mungkin saja dia akan menunggu sangat lama sampai ombak berikutnya datang.

Saya telah berhadapan dengan lompatan-lompatan semacam ini dengan jumlah yang tak terhitung, dan saya mengerti bagaimana rasanya untuk bertahan dan berhasil, dan bagaimana juga rasanya harus beranjak pergi. Jika kau menunggu terlalu lama, maka akan jarang sekali akhir yang bahagia akan kau temui. Beranjak pergi mungkin akan membuatmu merasa frustrasi dan kecewa, tapi berhasil setelah menunggu terlalu lama dan menyadari bahwa lompatan itu begitu sederhana malah akan membuatmu merasa lebih kecewa, ketika kau menyadari bahwa kau telah menghabiskan satu setengah jam di sana, dan seharusnya sudah melompat ketika ombak pertama tiba. Seringkali tidak ada kesenangan dalam keberhasilan melakukan sebuah lompatan setelah sekian lama menunggu. Rasanya itu seperti menghabiskan semua waktumu bertarung demi sesuatu yang kau yakini, hanya untuk diberi tahu bahwa sang Putri berada di Istana yang lain.

Jika itu adalah sebuah lompatan yang Saya yakini bisa untuk dilakukan dan Saya merasa kuat maka Saya akan mengendarai ombaknya pulang cepat atau lambat, tapi terkadang Saya akan beranjak pergi dan bersyukur tidak terdampar di karang.
Berdasar pengalaman Saya belajar mengenali lompatan yang tidak akan bisa dilakukan, ketimbang melihat ini sebagai hal negatif, Saya mencoba untuk menjadikannya sebagai semacam permainan bersama teman-teman lama. Terkadang kau menang, terkadang kau kalah, tapi kesenangan sejatinya ada di dalam permainan itu sendiri, dan kau tahu masih ada ombak ombak lain untuk dikejar minggu depan.

---

16. Kekuatan Saat Ini

Baiklah, lepaskan sarung tanganmu, dan hentikan omongan bancimu mengenai kekecewaan dan emosi, kembalilah ke pertarungan!

Saya percaya terdapat banyak keuntungan dari membunuh naga itu sekarang juga sebelum ia tumbuh menjadi raksasa yang besar. Sangatlah penting sebagai seorang manusia yang kuat kau mampu untuk mengambil tindakan ketika kesempatan itu muncul karena hidup tidak akan selalu menunggu waktu yang tepat. Jika ini sesuatu yang tak pernah kau lakukan dalam latihanmu, maka hal tersebut akan jauh menjadi lebih sulit ketika situasi sebenarnya terjadi. Tapi jika kau sudah terbiasa dengan perasaan tertekan, dan jika kau sudah terbiasa untuk memecahkan jendela kesempatan itu dan mengesampingkan segala omong kosong yang ada di kepalamu dan jika kau berhasil untuk MENCOBA saja lompatan itu dengan segenap hatimu, maka kau telah berhasil untuk ‘Breaking a Jump’ dan berhasil membunuh sang naga, terlepas dari apa yang akan terjadi di seberang sana.

‘Breaking a Jump’ memang berbeda dari ‘Making a jump’. Jika kau tahu kau telah mencurahkan segala kemampuanmu dan tidak menahan diri, tak peduli menang atau kalah, terjatuh atau berhasil, kau telah berhasil ‘menaklukan’nya dan memenangkan pertempuran mental.
Kau akan belajar lebih banyak hal dari melakukan lompatan itu sekarang, hari ini, saat ini juga dibanding ketika kau kembali lagi saat kau merasa siap. Tentu saja kau bisa menemukan sebuah tantangan yang mengerikan, beranjak dahulu untuk beberapa minggu untuk berlatih lompatan yang sama, pergi ke gym yang hangat, nyaman, dan kering untuk mereplikasi lompatan tersebut menggunakan matras dan akhirnya kembali lagi untuk melakukannya tanpa jeda, tapi kau akan melewatkan bagian yang sangat penting dari proses itu, jika bukan bagian paling penting dalam Parkour, yaitu untuk menghadapi setiap tantangan dan memilih jalur yang lebih sulit ketika tantangan itu ada.

Keluarlah dari zona nyamanmu dan bersiaplah untuk setiap tantangan. Marahlah jika perlu!temukan alasan yang kuat, sebuah motivasi yang akan mendorongmu untuk melakukan lompatan itu. Sekarang juga!

Bencilah pemikiran untuk tidak mencoba, daripada takut membayangkan apa yang akan terjadi jika tidak berhasil, maka kau akan menemukan jalan untuk ‘Breaking a jump’.

---

17. Lakukan sesuatu yang membuatmu takut setiap kali berlatih

Sesuatu itu tidaklah harus benar-benar mengerikan, tapi paling tidak lakukan sesuatu yang membuatmu tidak nyaman setiap kali kau berlatih. Rasa takut yang terpapar perlahan akan merasuk kedalam sistem mu yang akan membangun semacam imunitas. Kau akan memproses dan mengatur rasa takut itu dengan lebih mudah, menciptakan kebiasaan-kebiasaan dan proses-proses untuk menghadapi pengalaman mengerikan berikutnya, dalam Parkour atau dalam kehidupan.

Kemampuan untuk berurusan dengan rasa takut adalah sebuah teknik yang bisa dilatih dan ditingkatkan seperti halnya teknik-teknik lainnya, dan seperti juga teknik lainnya dalam Parkour, teknik berurusan dengan rasa takut juga harus dilatih secara rutin jika kau berharap untuk mempertahankan dan meningkatkannya.

---

18. Breaking jumps

Hal ini penting untuk dibahas secara detil meskipun pada kenyataannya proses mental setiap orang akan berbeda. Saya telah melihat orang-orang melakukan lompatan yang menakutkan dengan pendekatan yang berbeda dan juga memiliki derajat keberhasilan yang berbeda pula. Hal ini menunjukkan bahwa tidak ada metode yang benar-benar mutlak dalam menghadapi lompatan baru, cara yang Saya gunakan mungkin tidak akan berhasil padamu, tapi Saya akan mencoba memberi beberapa contoh dan hal-hal untuk dipertimbangkan yang mungkin bisa membantu.

Istilah ‘Breaking a Jump’ muncul dari bahasa Perancis yang artinya adalah untuk menembus dinding kengerian dan rasa takut yang muncul ketika akan mencoba sesuatu yang mengerikan. Dengan latihan, seseorang akan lebih mudah untuk melakukan ‘Breaking Jump’ tapi hal itu adalah suatu proses yang rumit yang bahkan bisa menjadi lebih sulit selama masa tertentu dalam masa latihanmu. Masalahnya adalah, semakin banyak pengalamanmu dalam Parkour, maka semakin pula kau mengerti bagaimana kesalahan bisa terjadi dalam sebuah lompatan dan bagaiman cidera-cidera kecil akan menahanmu. Semakin meningkat kemampuanmu, maka semakin banyak pula kekalahan yang kau rasakan ketika kau gagal. Pada awalnya, hal ini bukanlah sesuatu yang kau pikirkan karena kau belum punya pengalaman yang kau jadikan acuan, inilah kenapa para praktisi baru lebih mudah untuk melakukan lompatan dan mencoba hal baru. Ketidaktahuan itu menyenangkan.

Hal pertama yang harus kau sadari adalah, apakah kau tipe orang yang harus tenang untuk melakukan sebuah lompatan, ataukah kau seseorang yang harus dipanasi dahulu. Saya sendiri termasuk golongan tengah dari keduanya, tapi seperti kebanyakan orang aku lebih suka untuk menangkan diri sebelum melakukan sebuah lompatan, ketika semua rasa ragu telah menguap dan siap menekan tombol GO!

Bagaimanapun cara pendekatanmu untuk melakukan sebuah lompatan, kau harus tahu kapan kau harus menekan tombol GO! Kau harus melakukannya secara maksimal tanpa ada yang tertahan. Contohnya ketika melakukan running jump, kau harus menentukan kapan harus mulai bahkan sebelum langkah pertama. Latihlah ancang-ancangnya sebanyak yang kau suka tapi jangan lakukan lompatannya dulu, kemudian cobalah untuk mengambil keputusan ketika sudah sampai di ujung. Percaya diri dan kemampuan untuk memperkirakan bisa meminimalisir resiko. Keraguan dan nekad cenderung berujung pada bahaya.
Ketika kau berlari dan melompat dari ujung tembok dengan setengah hati, maka kemungkinan besar lompatan tersebut akan gagal. Situasinya tidak bisa diprediksi karena kau tidak tahu pasti seberapa kuat kau telah mendorong dan harus memikirkan segala sesuatunya ketika di udara, dengan sangat cepat. Namun ketika kau telah mendorong dengan segala yang kau punya, bahkan jika kau tidak berhasil, kau akan tahu seberapa jauh lompatanmu dan bisa memperkirakan dimana landing-nya, dan semakin banyak waktumu di udara yang memberimu kesempatan untuk memproses keadaan dan siap untuk landing.

Untuk kebanyakan permasalahan dalam Parkour dan kehidupan, jika kau tahu kau bisa melakukannya, dan melakukannya dengan sepenuh hati, maka kau akan baik-baik saja.

Beberapa orang ada yang mendengarkan kebisingan di sekitar, beberapa yang lain bernyanyi untuk diri sendiri. Banyak juga yang melangkah cepat dan lambat, bernafas dengan berat lalu berputar-putar di lingkaran agar mereka mendapatkan perspektif baru dari lompatan tersebut setiap beberapa detik. Saya salah satu dari orang-orang yang menghitung mundur di kepala, dan jika hingga hitungan 1 semua masih terasa baik-baik saja maka Saya akan melakukannya dengan sungguh-sungguh tanpa ragu. Proses hitung mundur ini hanya dimulai ketika semua hal lainnya telah dipertimbangkan dan diproses. Saat seperti itu, Saya telah memastikan tempat take-off dan landing-nya, merencanakan apa yang harus dilakukan jika tenaganya berlebih atau malah kurang, juga melatih lari untuk ancang-ancangnya. Jika lompatannya sangat mengerikan tapi Saya sangat ingin untuk melakukannya, maka seringkali Saya membayangkan situasi di mana Saya HARUS melakukannya. Saya meyakinkan diri sendiri bahwa tetap berada di tempat sekarang jauh lebih beresiko dibanding mencoba lompatannya dan gagal. Hal ini tidak natural tapi membutuhkan latihan. Saya sendiri tidak menyarankan latihan seperti ini karena cukup ekstreme, tapi latihan semacam ini berguna bagi Saya.

Breaking Jump merupakan sebuah tantangan bagi tekad, pengendalian diri, dan pengetahuan akan diri sendiri. Ada perbedaan besar antara seseorang yang penuh perhitungan dan berhati-hati dengan orang yang sembrono. Lompatannya sendiri mungkin terlihat sama, namun perbedaan akan tampak pada detilnya. Niat dan motivasi mereka untuk melakukannya juga akan berbeda sama sekali.

Melihat orang lain berhadapan dengan lompatan yang menguji kemampuannya adalah sebuah pengalaman yang luar biasa. Kau hanya bisa menghargai hal itu secara penuh jika seseorang tersebut dan lompatan yang dihadapinya pada saat itu seimbang, dan hal terbaik untuk dilakukan berikutnya adalah mencobanya sendiri. Pada saat itu kau melihat seseorang menanggalkan semua keinginan dan egonya. Mereka tidak bisa lagi beralibi apa-apa, ini saatnya beraksi. Tak peduli berapapun banyaknya teman-temannya saat itu, dia sejatinya sendiri. Tak seorangpun yang bisa melakukan lompatan itu untuknya, dan ia tahu itu. Waktu tampak tak bergerak, atau malah berhenti bedetak sama sekali, kebisingan sekitar mulai memudar dan semua perhatiannya tertuju pada sebuah titik kecil di permukaan bumi ini. Ada energi yang tak terlihat namun tak terbantahkan terdapat di udara, getaran frekuensi tinggi yang tak bisa kau dengarkan, dan ketegangan yang tak bisa kau putuskan dengan pisau. Seperti kereta barang yang getarannya datang dan kau ingin tahu apakah ia bisa berdiri dan ikut bersama yang satu ini. Jika iya, maka sesuatu yang special terjadi, setengah detik yang sunyi dan tenang. Kau bisa melihat ketika mereka telah menerimanya, ketika mereka telah memencet saklarnya, dan ketika mereka telah melakukannya. Mereka kini adalah korban dari pengalaman. Semua berakhir sekejap mata, dan saat landing tiba, begitu pula keriuhan di sekitar, tawa, sorakan, dan hembusan nafas kelegaan muncul menggantikan keheningan yang nyata. Ketakutan seketika tergantikan oleh kesenangan. Dan perasaan itulah yang membuat Parkour sangat membuat kecanduan.

Bagaimanapun pendekatanmu pada prosesnya, targetkan untuk membuat metodemu semakin efisien dari waktu ke waktu. Temukan sesuatu yang cocok denganmu dan teruslah melatihnya dengan repetisi seperti halnya teknik-teknik yang lain. Belajarlah untuk mempercayai metodemu dan memperhalusnya dari waktu ke waktu. Secara keseluruhan, tujuan akhirmu adalah untuk meminimalisir waktu yang berlalu antara saat kau menemukan sebuah lompatan yang ingin kau lakukan dan saat kau melakukannya. Dan hal ini hanya mungkin berasal dari berjam-jam latihan yang tenang.

---

19. Jangan menonton terlalu banyak video

YouTube telah melakukan banyak hal baik untuk Parkour, namun ia adalah pedang bermata dua. Di satu sisi YouTube telah membantu perkembangan dan penyebaran Parkour ke seluruh dunia dalam waktu yang relatif singkat, di sisi yang lain apa yang ditampilkan di YouTube bukanlah seperti apa yang Saya yakini.
Lebih dari 90%  video YouTube yang pernah Saya tonton merupakan contoh yang buruk dari disiplin yang Saya ketahui dan cintai. Kau perlu menggali ke dalam tumpukan-tumpukan sampah untuk mendapatkan permata yang jarang sekali ditemukan, dan jika kau mencari berdasarkan jumlah tayang atau popularitas, tak ada harapan untukmu.

Faktanya adalah, kebanyakan dari orang-orang yang Saya ketahui yang berlatih dan menghidupi Parkour, yang mempunyai semangat dan motivasi seperti yang Saya miliki, tidak membuat video setiap minggu. Jika mereka membuat video, maka itu adalah ketika mereka mempunyai sesuatu yang berguna dan berarti untuk dibagikan. Mereka merilis video karena mereka percaya bahwa hal itu akan berguna bagi orang lain dan karena video tersebut menyampaikan pesan orang lain yang mempunyai pemikiran sejalan, bukan karena mereka ingin dunia melihat showreel terbaru mereka, dimana mereka menghabiskan lebih banyak waktu untuk mengedit daripada melakukan gerakan itu sendiri.

Jika seseorang merekomendasikan sebuah video padamu atau jika kau punya waktu luang, maka cobalah jelajahi YouTube dan temukan beberapa ide dan inspirasi atau coba lihat bagaimana mereka berlatih dari negara lain. Namun jika internet dipenuhi oleh video dari orang-orang yang bergerak tidak sesuai dengan caramu, maka ingatlah bahwa kau tidak sendiri, dan alasan mengapa kau tak banyak menemui video yang sesuai dengan caramu adalah karena orang-orang itu sedang sibuk berlatih.

Tentukan apa dan bagaimana kau akan berlatih hari ini dan tak usah risaukan trend yang ada. Saya telah melihat mereka bergerak dari rail-precisions, ke kong precisions, ke double kong, ke model rambut Justin Bieber dengan celana gombrong dan baju ketat, ke skinny jeans dan baju gombrong, dan kembali fokus ke gerakan sebenarnya yang sejatinya cuma 180-cat leap. Semua sampah itu hanyalah gejolak di permukaan, dan di bawahnya hal-hal yang benar berharga tak pernah berubah. Pilih nilaimu sendiri dan tentukan gerakan apa yang ingin kau perbaiki dan latihlah hal itu!

---

20. Baca

Bacalah buku dan artikel dari sumber terpercaya. Cari tahu bagaimana tubuhmu bekerja dan bertumbuh. Buat pertanyaan dan temukan jawabannya. Bacalah buku yang akan mempengaruhi jalan pikiranmu, juga bacalah buku yang akan mengajarkanmu cara makan yang benar untuk performansi dan daya pulih. Bacalah buku bagaimana cara peregangan, bergerak, dan berlatih, sehingga kau bisa mempertahankan dan meningkatkan kemampuan dari mesin terhebat, paling rumit dan paling penting yang pernah kau miliki (tubuhmu). Pelajarilah mengapa cidera karena olahraga bisa dihindari dan bagaimana nyeri kronis bisa dikurangi hanya dengan sedikit meruba kebiasaan harian.

Jika Saya harus memilih beberapa judul buku yang telah sangat membantu Saya selama beberapa tahun belakangan, maka Saya akan merekomendasikan:
Starting Strength oleh Mark Rippetoe
Movement oleh Gray Cook
Becomming a Supple Leopard oleh Kelly Starret
Hagakure oleh Yamamoto Tsunemoto (Penulis) dan William Scott Wilson (Penerjemah)
...dan judul manapun oleh Jim Wendler.

---

21. Berlatih Sendiri

Ada beberapa keuntungan dengan berlatih dalam kelompok kecil yang akan Saya bahas pada Bagian 3, namun dalam hal melatih pikiran, tak ada cara lain untuk meningkatkan kemampuan elemen tertentu selain berlatih sendiri. Bahkan jiwa yang paling rendah hati pun akan memunculkan ego ketika kehadiran orang lain. Itulah alasan mengapa kau berdiri sedikit berbeda ketika seseorang berjalan ke dalam ruangan dan kau merubah gaya bicaramu tergantung lawan bicaramu. Itulah alasan pembelaan dirimu ketika seseorang mempertanyakan tindakanmu, bahkan jika ia punya niat yang baik seperti temanmu. Itulah alasan semua alasan-alasanmu ketika kau tak mau mengakui kau terlalu takut untuk melakukan sebuah lompatan dan berkata “Aku bisa saja melakukan lompatan itu jika tidak sedang cidera”.

Tapi ketika kau melepaskan semua pengaruh eksternal dari persamaan, maka yang tertinggal hanya Kau sendiri, dengan semua kelemahan dan kekuranganmu yang kembali muncul ke permukaan. Kita bisa jujur pada diri sendiri dan bersantai sebagai bagian dari diri. Mindset kita berbeda-beda, dan cara berpikir, bergerak, berlatih selalu berubah. Kita tak perlu lagi mempertimbangkan pendapat orang lain tentang landing, atau mengkhawatirkan tentang keraguan akan sebuah lompatan dan bagaimana lompatan itu di mata orang lain. Rasanya sangat bebas! dan juga sedikit mengerikan pada hal tertentu. Tanpa ada teman-teman yang mendukung dan memberanikanmu, dan tanpa ada tekanan akan orang lain yang menontonmu, semua motivasimu tiba-tiba menjadi internal. Tidak lagi kau melakukannya karena temanmu berharap kau bisa, tidak. Satu-satunya alasan kau melakukannya kini adalah karena kau ingin, kau memilih untuk melakukannya, untuk dirimu. Tak akan ada yang tahu, membuat keputusan untuk melakukan sesuatu yang mengerikan saat itu semata karena keinginan hatimu dan gerakan dari dalam dirimu. Egois memang, namun dengan cara yang paling baik.

Mungkin ketika kau membaca ini kau akan berpikir Saya adalah seorang keparat egois, tapi Saya mencoba menunjukkan bahwa ini adalah sesuatu yang kita semua miliki dalam diri masing-masing, pada tingkatan tertentu. Kita semua tahu seseorang dengan egonya tak bisa berhenti membicarakan tentang dirinya dan semua pencapaiannya, tapi bahkan seseorang yang paling pendiam, rendah hati sekalipun juga memiliki hal semacam itu dalam dirinya. Saya sebenarnya berpikir bahwa ini adalah hal yang baik dan manusiawi. Tidaklah mengapa jika kau menjadi tenang dan kalem saat kehadiran orang lain, tapi cobalah untuk menjadi liar sesekali sendiri, carilah pengalaman yang intens dan menakutkan tanpa kehadiran orang lain. Kau takkan menyesalinya.

---

22. Menerima bahwa keluarga dan teman-temanmu tidak akan mengerti

Maafkan Saya, tapi mereka tidak akan bisa memahami Parkour kecuali kalau mencoba sendiri untuk jangka waktu yang cukup lama. Kau bisa membicarakan Parkour kepada mereka dan menjelaskan dengan rinci tapi mereka tidak akan mengerti inti dan perubahan psikologis yang didapat dari Parkour yang muncul setelah sekian lama berlatih kecuali jika mereka mencobanya sendiri. Mereka akan berpikir bahwa mereka mengerti dan kau pun akan mulai percaya bahwa mereka mengerti, tapi Parkour perlu untuk ‘dihidupi’ agar bisa dipahami. Terimalah bahwa setiap orang berbeda, dan betapapun kau menginginkan keluargamu untuk mengerti mengapa kau melakukan ‘hal gila’ ini, ketidaktahuan itu terkadang sangat menyenangkan.

Kau bisa menemukan teman-teman yang baik dengan cepat dalam Parkour karena kau bisa melihat siapa mereka sebenarnya. Pada suatu hari latihan, kau mungkin akan melihat orang yang sama tertawa, menangis, dan berdarah. Kau akan melihat mereka ketakutan, tekun, berani, egois dan tanpa pamrih, bahagia dan sedih. Karena kau menghabiskan banyak waktumu bersama orang-orang di lingkungan yang penuh tekanan tinggi dan berbagi pengalaman yang hebat bersama, ikatan akan terbentuk kuat dan cepat bersama orang yang kau sukai. Melihat siapa mereka sebenarnya ketika latihan merupakan jalan pintas untuk mengetahui diri mereka yang mungkin akan memakan waktu bulanan atau tahunan jika kau hanya bertemu sehari-hari di tempat kerja atau sekolah. Malah, sebelum kau akan menikahi seseorang, kau harus menghadapkan mereka pada sebuah lompatan mengerikan untuk mengetahui siapa diri mereka sesungguhnya. Mereka mungkin tak akan melakukan lompatan itu, tapi kerendahan hati, kejujuran, dan penilaian mereka akan sebuah situasi akan cukup mengungkap banyak hal tentang mereka.

---

23. Sesekali lakukanlah hal yang Gila

Sesekali keluarlah dari zona nyamanmu dan lihat seberapa jauh kau bisa memaksa, seberapa kuat tubuhmu bisa menahan. Untuk mengetahui kemampuanmu kau harus mencoba sesuatu yang lebih sulit dari biasanya, sesuatu yang lebih tidak masuk akal, atau yang lebih tida disarankan. Kau harus terus mencoba hingga level tertentu ketika tubuhmu berkata 'Stop!'...kemudian mendorong sedikit lagi.

Tubuh yang kuat rentan tanpa adanya pemikiran yang kuat untuk mengendalikannya, dan pengalaman, rasa percaya diri, dan pengetahuan akan diri sendiri yang didapat dari tantangan-tantangan tersebut akan membantumu menjadi seseorang yang lebih kuat.

Jadi, apakah itu quadrupedal selama 3 jam, 1.000 Muscle Ups, Rail-Balance sejauh 1 Mil, 500 lompatan berturut-turut, berlari ke luar kota dan kembali sebelum gelap, menggendong temanmu ke rumahnya yang berjarak beberapa mil, mendaki gunung dalam kegelapan, atau apapun itu yang kau impikan...pilihlah sesuatu yang sulit, namun yang kau rasamungkin bisa untuk dilakukan. Bukanlah tantangan jika kau merasa mampu untuk melakukannya. Targetkan yang tinggi dan biarkan keraguan merangkak masuk dalam perhitunganmu..dan sekarang kau harus melawannya.


24. Kosongkan gelasmu

...dan isilah dengan film-film aksi 80-an dan soundtrack nya 


Artikel asli di sini
Alih bahasa dan perubahan seperlunya oleh Adrian Arif

0 komentar:

Posting Komentar

Rakhmat's Home Enjoy!