:::: MENU ::::

Selamat datang di Weblog pribadi saya. Semoga informasi yang saya berikan bermanfaat ya kawans!

  • Apakah Saat Ini Indonesia Siap Menjadi Pemain Utama Pada Industri Mobil Listrik Nasional?

  • Kontroversi Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) Di Indonesia

  • Harga BBM Naik: Inilah Alasan Kenapa Subsidi BBM Harus Dikurangi

  • 6 Hal Yang Terjadi Jika Kita Mengaktifkan Energi Nuklir Di Indonesia

  • 7 Sumber Utama Energi Masa Depan

  • Hal-Hal Yang Perlu Diketahui Tentang Program Listrik 35000 MW Era Pak Jokowi

  • Apakah Pembangkit Listrik Tenaga Bayu Efektif Jika Diterapkan Di Indonesia?

Sabtu, 05 September 2015

Saya pikir banyak diantara kita yang masih bingung apa sih sebenarnya Teknik Industri itu? Bahkan bagi kalangan mahasiswa-mahasiswi yang berkuliah di jurusan ini pun sebenarnya masih banyak yang buta arah tentang Teknik Industri. Pada kesempatan perkenalan ini sebenarnya saya tidak mau menggurui siapapun, karena saya sendiri baru menekuni dan belajar tentang Ke-Teknik Industrian selama 2 semester ini saja. Baik, sekarang mari kita berimajinasi. Menurut kalian, Siapa yang berperan dalam perakitan Mobil? Lalu, Siapa yang memikirkan dan mengendalikan alur proses setelah Mobil tersebut selesai dibuat?

Orang-Orang dari Teknik Mesin? atau Teknik Elektro?  

SALAH BESAR!


Foto ini dikutip dari: www.collegescholarships.org
 
Iya, betul sekali memang apabila orang dari kalangan Teknik Mesin dan Teknik Elektro yang membuat blok mesin, sistem katup, kelistrikan, sistem pengapian, sensor komponen “Electric Control Unit” dan lain sebagainya dengan menggunakan teknologi yang canggih hingga mobilnya siap digunakan. Namun, mereka yang dari kalangan Teknik Mesin,Teknik Elektro dan Teknik lainnya ini pada prinsipnya ilmu mereka dikembangkan dengan konsep domain-spesific. Maksudnya adalah Mereka merancang dan membuat suatu mesin produksi bekerja optimal tapi hanya secara individu. 

Para engineer terdahulu melihat bahwa ada yang kurang dari sistem produksi yang mereka rancang dan kendalikan. Kenapa kok mereka bisa memproduksi suatu produk tapi mengeluarkan banyak biaya? Lalu kenapa mereka tidak bisa memenuhi banyak permintaan walaupun sebenarnya sumber daya mereka sudah cukup? Nah, dari hal-hal demikianlah asal-muasal lahirnya Teknik Industri.


Seorang Industrial Engineer pada kasus diatas akan merancang, mengendalikan, mengintegrasikan penggunaan alat-alat, mesin produksi, tata letak pabrik hingga mereka juga sampai memikirkan tentang faktor manusia (Human Factor “Ergonomi”). Saya sempat membaca artikel menarik yang ditulis oleh Pak Budi Hartono salah seorang Dosen Teknik Industri dari UGM, beliau mengatakan bahwa sebenarnya Teknik Industri itu dikembangkan dengan konsep Methodology-Driven. Itu artinya IE-ers akan dibekali dengan seperangkat metode analisis sebagai senjata andalannya. Alat analisis tersebut dapat digunakan untuk memecahkan masalah pada berbagai macam domain, tergantung di mana IE-ers tersebut bekerja.

Tujuannya adalah: sinergi, atau optimasi, atau improvement dari suatu SYSTEM.

Jadi kalo sarjana Teknik Mesin akan selalu berada di domain mechanics, Teknik Industri bisa ditugasi untuk mendesain, membuat, menganalisis SISTEM di domain apapun, asalkan sistemnya masuk dalam kategori SOCIO-technical system. Apa itu? SOCIO-technical system berarti suatu sistem yang secara dominan memiliki dua elemen utama: SOCIO (manusia) dan TECHNICAL (unsur teknologi). Disitulah IE-ers akan bekerja.

Sejauh ini pikiran kalian sudah terbuka kan tentang Teknik Industri? Atau tetep aja bingung? Lalu kalian masih mengira Teknik Industri itu adalah ilmu teknik gado-gado atau Bahasa ekstrimnya Ilmu Teknik Banci? 

Okay saya akan coba jelaskan lagi dengan gaya Bahasa yang lebih mudah dipahami. Jadi kita coba balik ke proses perakitan mobil tadi. Di dalam pabrik mobil terdapat beberapa bagian tempat produksi yang biasa pekerja pabrik sebut “Plant”. Itu terdiri dari Welding “Pengelasan”, Painting “Pengecetan”, Assembling “Perakitan” sampai pada akhirnya Mobil tersebut masuk ke bagian Quality Control

Nah, IE-ers ini nanti kerjaanya mengatur scheduling perakitan, tata letak alat-alat pabrik, mengintegrasikan mesin-mesin hingga bisa bekerja bersamaan secara optimal dalam suatu waktu tertentu. Kemudian IE-ers mencari tahu apakah Mobil tersebut terjadi Defect “kecacatan” atau tidak. Jika ada, IE-ers lah yang mengatur dan mengendalikan kembali alur perakitannya sampai menghasilkan produksi mobil dengan kualitas terbaik. Selain itu IE-ers juga memikirkan kondisi pekerja apakah mereka melakukan proses kerja sesuai dengan SOP yang benar, lalu IE-ers jugalah yang memikirkan kondisi psikologis para pekerja itu. Ya pada dasarnya IE-ers akan membuat para pekerja itu nyaman dan aman agar dapat bekerja secara optimal bersamaan dengan mesin produksi.

Jadi pada intinya, seorang IE-ers memikirkan alur produksi mobil tersebut dari hulu sampai ke hilir. Bahkan jika mobilnya sudah siap dijual, tugas IE-ers tidak berhenti sampai disitu saja. IE-ers bisa mengambil peranan penting dalam Marketing Research dan Sales Operation. Terus apakah mentok sampai disitu saja peranan IE-ers? JELAS BELUM!

Misalnya, mobil tersebut dibeli oleh perusahaan Taksi ternama. Nah IE-ers juga dapat dilibatkan kembali untuk mengatur Human Resource, Risk Management dan Cost Analysis dalam perusahaan Taksi tersebut. Jadi ranah Teknik Industri itu bukan hanya melulu di industri manufaktur saja bukan? Perusahaan yang bergerak dibidang service pun masih membutuhkan tenaga dan pemikiran seorang IE-ers. 

Lalu apa masih ada lagi kompetensi seorang IE-ers? Jelas ada, kita juga belajar bagaimana caranya memilih material bahan. Apa saja material untuk body mobil agar memiliki endurance dan kokoh? Atau campuran kimia apa saja yang dapat memperkuat dan meringankan berat suatu velg? Ya kita juga akan mepelajari hal-hal tersebut. Bahkan karena Teknik Industri itu pada prinsipnya adalah suatu ilmu yang berlandaskan SOCIO-Technical system, IE-ers juga mempelajari AMDAL (Analisis Mengenai Dampak Lingkungan). Apa sih tuh AMDAL? Itu loh ijin mendirikan suatu usaha bagi perusahaan-perusahaan yang berpotensi dapat merusak lingkungan. Jadi kita harus mempelajari AMDAL agar kita tahu bahwa ada semacam MoU apabila orang-orang disekitar lingkungan yang terkena dampak melakukan aksi protes dengan aktivitas perusahaan kita. Ya tentunya kita harus bisa respect juga dengan mereka dengan cara mencari solusi agar kita dapat mengurangi dampak lingkungan dari aktivitas perusahaan kita hingga mendapatkan win-win solution. Hal itu berupa teknologi yang kita gunakan untuk mengurangi dampak pencemaran dan kita sekaligus dapat memanusiakan masyarakat setempat.




Foto ini dikutip dari: www.thecb.state.tx.us

Sebenarnya masih banyak lagi loh kompetensi Teknik Industri itu, tapi kalo kalian menyangka bahwa Teknik Industri itu Ilmu yang gak penting. Kalian SALAH BESAR lagi bukan? Tapi ingat, pada akhirnya kalian juga harus bisa menentukan kompetensi mana yang ingin kalian tekuni. Apakah itu Project Management, Operational Management, Quality Engineer, Supply Chain Management, Ergonomi atau kompetensi lainnya. Tentunya kompetensi tersebut harus sesuai dengan Passion kalian masing-masing. Nah kalo kalian bisa fokus disalah satu kompetensi tersebut, kalian akan dipandang sebagai seorang yang professional dibidang itu dan kalian bisa menjadi konsultan untuk perusahaan-perusahaan multinasional nantinya.. bahkan kalian bisa menjadi CEO untuk perusahaan kalian sendiri karena kalian nantinya sudah paham betul dengan sistem yang ada di suatu perusahaan.

Kok saya sok tahu banget ya tentang Teknik Industri? Padahal baru juga masuk di semester 3, tapi gayanya udah kayak senior aja… padahal nyentuh praktikumnya aja belum.

Hey, Open your mind guys!  
Makanya banyak-banyaklah membaca, dengan banyak membaca kalian akan mendapatkan banyak inspirasi. Lagipula, saya sendiri sebelum melanjutkan ke jenjang kuliah.. saya sudah bekerja selama 3 tahun disalah satu perusahaan otomotif terbesar didunia. Ya walaupun sebenarnya posisi saya saat itu hanya sebagai “Kuli” saja, setidaknya saya dapat melihat bahwa kompetensi yang saya pilih kedepannya merupakan kompetensi yang sesuai dengan passion saya, ya jawabanya Teknik Industri ini. 

Para mahasiswa Teknik Industri ditantang untuk menerapkan engineering methodology untuk memecahkan suatu masalah Industri, baik itu didalam Industri manufaktur ataupun jasa.

Loh kok saya bisa mengikuti materi-materi Teknik Industri yang banyak hitung-hitunganya itu? Padahal saya sendiri gak menyentuh dunia akademik selama lebih dari 3 tahun?

Pada prinsipnya, saya pilih Teknik Industri itu udah sepenuh hati. Jadi apabila saya keteteran dengan materi-materi teknik industri yang banyak hitung-hitungan njelimetnya.. saya sih bawa enjoy aja. Kan kita masih bisa belajar kelompok dengan adik-adik kita yang baru lulus, gak usah gengsilah minta diajarin sama mereka.. toh mencari ilmu itu gak ada batasnya kan? Selain itu mereka-mereka yang suka mengajar juga gak ada ruginya kok, karena sesungguhnya Mengajar adalah metode belajar yang paling baik.

Okay IE-ers dan para calon IE-ers, Inilah sekelumit perkenalan tentang Teknik Industri. Semoga dengan adanya postingan ini, sudah tidak ada keraguan lagi pada temen-temen untuk memilih Jurusan yang keren ini. Jika kalian masih penasaran tentang dunia Teknik Industri, kalian bisa pantengin artikel-artikelnya Pak Budi Hartono yang ada disini

 atau.. 

Stay tuned on my blog for other Industrial Engineering articles ya!

3 komentar:

Rakhmat's Home Enjoy!