:::: MENU ::::

Selamat datang di Weblog pribadi saya. Semoga informasi yang saya berikan bermanfaat ya kawans!

  • Apakah Saat Ini Indonesia Siap Menjadi Pemain Utama Pada Industri Mobil Listrik Nasional?

  • Kontroversi Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) Di Indonesia

  • Harga BBM Naik: Inilah Alasan Kenapa Subsidi BBM Harus Dikurangi

  • 6 Hal Yang Terjadi Jika Kita Mengaktifkan Energi Nuklir Di Indonesia

  • 7 Sumber Utama Energi Masa Depan

  • Hal-Hal Yang Perlu Diketahui Tentang Program Listrik 35000 MW Era Pak Jokowi

  • Apakah Pembangkit Listrik Tenaga Bayu Efektif Jika Diterapkan Di Indonesia?

Senin, 07 September 2015


Ini adalah lanjutan dari postingan saya yang bisa kalian baca disini



Saya berkembang dan memulai latihan Parkour sejak Juli, 2009 bersama komunitas Parkour Jogja “Jogjakarta Ubiquitous Multitude Parkour”. Saya berlatih pada era dimana para praktisi Parkour saat itu telah menemukan sebuah metode latihan yang menarik, tidak terlalu terstruktur tetapi mereka melakukan banyak sekali repetisi gerakan yang membuat gerakan mereka sangat halus dan membuat nyaman mata ketika dilihat. 

Saya pikir saat itu mereka seperti gerombolan serdadu tentara yang sedang berlatih, tapi anehnya dengan pola latihan fisik yang keras mereka masih bisa tersenyum bahagia seakan-akan rasa lelah yang mereka rasakan lenyap begitu saja. Pengalaman pertama saya berlatih Parkour ini sama halnya yang dirasakan para pemula pada umumnya. Rasanya itu seperti tidak memiliki kaki, tangan letoynya gak ketulungan dan ketika menapaki tangga saja rasanya seperti sedang menggendongi seseorang. Padahal waktu itu pola latihanya sangat simple seperti melakukan Precision Jump, General Landing, Rolling dan Basic Climb Up. Hanya saja gerakan-gerakan tersebut diulang-ulang beberapa kali. Disatu sisi hal ini menjadi pengalaman yang tidak enak bagi saya namun disisi lain ini menjadi pengalaman yang saya rindukan saat ini.

Saya merindukan momen dimana kami latihan keras bersama-sama sekaligus bersenang-senang bersama. Rasa letih dan lelahpun lenyap begitu saja ketika kami latihan fisik hingga bercucuran keringat, perasaan itu lenyap karena kami enjoy dan menikmati proses latihan yang kami lakukan. Pada awalnya memang rasa lelah menghinggapi selama seminggu berturut-turut, tapi setelah itu saya merasa ada yang aneh dengan tubuh saya. Saya merasakan bahwa otot-otot tubuh saya beregenerasi menjadi lebih kuat. Seakan-akan ada armor yang menghinggapi tubuh saya ini. Lalu saya tetap menjaga semangat itu dan hal tersebut membuat saya ketagihan untuk latihan setiap hari tanpa merasakan kembali lelah yang saya rasakan ketika pertama kali berlatih Parkour.


Namun saya pikir sekarang eranya sudah berbeda, saat ini eranya dimana orang-orang yang baru memulai parkour kembali menginginkan pola latihan yang bisa dikatakan ekstrim dan menguji adrenalin karena mereka ingin tampil memukau didepan orang banyak. Memang tidak ada salahnya mereka melakukan metode latihan yang membahayakan seperti itu, karena pada dasarnya orang-orang berhak menentukan jalan dan metode latihan Parkournya sendiri. 

#Tapi bagaimana dengan orang-orang yang baru memulai Parkour dari nol? 

#Bagaimana dengan mereka yang progressnya lambat? 

#Apakah kita tetap memilih diam saja membiarkan mereka melongok melihat kita bergerak?

Iya betul sekali memang jika ada orang-orang yang baru memulai latihan dan kemudian memiliki progress yang cepat. Menurut saya itu dikarenakan kondisi fisik mereka yang telah terbentuk secara alami. Tapi sebaiknya kita harus bisa saling respect dan percaya bahwa Parkour itu pada dasarnya bukan sekedar loncat-loncat. Saya ingin mengajak teman-teman sekalian untuk menapak tilas artikel “Dilusi” yang telah menampar banyak praktisi Parkour ketika pertama kali artikel tersebut diposting oleh Chris Rowat Blane, kalian bisa baca artikelnya disini

Berikut ini saya kutip perkataan yang cukup menarik yang ada didalam artikel "Dilusi":

Jika anda peduli dengan masa depan parkour, adalah kewajiban kita untuk berkembang dengan pikiran yang sehat dan memperingatkan mereka untuk tidak terburu-buru. Jika kita merasa mereka terlalu memaksa atau terburu-buru maka mereka harus belajar untuk bersabar. Jika kita tidak melakukan ini, perlahan Parkour akan mati seiring dengan melemahnya praktisi Parkour, hanya sekedar duplikat yang tidak memiliki kreatifitas, yang melemah dan semakin melemah karena banyaknya cedera latihan yang disebabkan dari memaksa diri sendiri dan kehancuran sendi.

Apakah kamu akan membantu mendilusikan Parkour dan traceur-traceur yang baru, atau apakah anda ingin membantu mengentalkan dan menguatkan mereka? 

"Melangkahlah dengan perlahan karena anda melangkah diatas mimpiku." - William Butler Yeats

Sejauh ini saya latihan secara spontanitas, tidak terstruktur dan saya latihan dengan mengikuti mood. Adakalanya saya latihan seminggu penuh, tapi adakalanya juga saya hanya bisa latihan seminggu sekali karena banyaknya aktivitas kampus yang harus saya kerjakan. Malah saking tidak terstrukturnya, pada suatu ketika saya melatih flexibility tubuh saya dengan berlatih di gymnastic tanpa pola latihan yang jelas. Ya memang saya ketagihan ketika dapat menaklukan salah satu gerakan akrobatik, tetapi saya pikir ini akan menjadi hal yang membosankan kedepannya. Saya perlu memperbaiki pola latihan saya yang spontanitas ini agar tidak terlalu monoton.  

Saat ini saya terdorong kembali untuk menyebarkan kembali semangat Parkour ketika melihat para pemula mengeluh bahwa tubuhnya terasa lelah setelah mencoba latihan Parkour pertama kali. Tapi anehnya mereka tidak kapok, dengan kondisi kaki yang lelah dan tangan yang susah digerakan itu mereka tetap antusias dengan metode latihan yang saya berikan pagi ini. Bahkan, menurut mereka pola latihan yang mereka lakukan tadi pagi jauh lebih berat daripada pola latihan yang mereka lakukan ketika pertama kali mencoba latihan Parkour. Saya merasakan nostalgia dengan apa yang mereka rasakan itu. Dari pengalaman ini saya ingin sekali memompa semangat mereka dan mengajak mereka merasakan kesenangan latihan Parkour yang pernah saya alami dulu. Bebas, latihan fisik yang keras, melakukan banyak repetisi gerakan-gerakan sederhana di Parkour sampai gerakan tersebut terasa halus dan kemudian bersenang-senang bersama. Tidak ada batasan, kami berbaur didalam wadah Komunitas.. bukan tapi sudah seperti keluarga.

Saya rasa tidak ada yang telat didunia ini, yang ada hanya apakah kita bisa bangkit dari kemunduran. Inilah saatnya untuk kita kembali menyadarkan teman-teman kita yang baru memulai latihan Parkour untuk tidak terburu-buru dalam proses latihan. Kita sebaiknya mengajak mereka untuk menikmati proses latihan walaupun pada akhirnya progress latihanya tidak terlalu cepat. Menikmati proses latihan itu sesungguhnya menyadarkan kita bahwa memperkuat sendi dan otot pada tubuh adalah investasi yang penting untuk masa depan kita.

#Apakah kita mau ketika tua nanti kita berdiam diri dikursi roda dan melihat anak dan cucu kita bermain-main dari kejauhan? Tentu saja tidak kan.

Pastinya kita ingin dimasa tua nanti, kita masih bisa berolahraga dan mengajak anak-cucu kita latihan Parkour. Atau setidaknya mengajak mereka jogging, pull-up dan bersepeda bersama-sama dan menikmati indahnya kehidupan.
Jika kalian sepakat, mari kita bersama-sama kembali menumbuhkan semangat Parkour yang sudah mulai redup. Latihan fisik dan bercucuran keringat bersama-sama kemudian bersenang-senang. Secara tidak sadar waktu yang terbuang kita pergunakan untuk memperkuat sendi dan otot tubuh kita, layaknya bermain game kita memasang armor yang kuat pada tubuh kita. Tapi hasil dari kekuatan armor tersebut sebanding dengan konsistensi latihan fisik yang kita lakukan.

Memang pemikiran seperti ini sudah menjadi hal yang kuno saat ini. Tetapi bagi kalian yang peduli dengan komunitas Parkour dan ingin mengedukasi masyarakat bahwa Parkour itu merupakan kegiatan yang tak berbahaya. Mari kita kembalikan semangat Parkour yang sesungguhnya dan menyebarkan semangat positif ini bersama-sama. 

Jangan ada lagi pemikiran bahwa Parkour itu merupakan kegiatan yang berbahaya karena sebenarnya memang benar bahwa Parkour itu bukan sekedar loncat-loncat. Jika kalian masih menganggap bahwa Parkour itu aktivitas untuk melewati rintangan dan ajang keren-kerenan saja. Kalian sangat rugi, kenapa? Esensi Parkour sesungguhnya bisa lebih dari itu. Kalian dapat menemukan banyak pengalaman didalam disiplin ini, contohnya saja Self Discipline, Public Speaking, Time Management, Mental Block, Mind Mapping dan masih banyak lagi.

Kalian para pemula, mulailah melihat Parkour dari sisi yang berbeda. Sesungguhnya Parkour itu tujuanya sama saja dengan olahraga lain. Untuk membuat tubuh ini menjadi kuat dan sehat, bukan malah untuk cedera atau memperparah kondisi tubuh karena cedera. Mulai sekarang banyak-banyaklah membaca hal-hal yang berkaitan dengan Parkour. Jangan terlalu asyik menonton Video yang keren-keren itu.. mulailah berlatih dan bersabarlah mengikuti pola latihan di komunitas kalian masing-masing.


Dan untuk kalian para praktisi yang sudah lama berlatih, jangan ke asyikan latihan sendiri dan melupakan teman-teman kita yang baru memulai latihan Parkour. Bukankah dulunya kalian pernah diposisi yang sama? Kalau bukan kalian yang mengajak mereka melakukan aktivitas yang positif ini, siapa lagi?  
Jika kalian setuju dengan ajakan saya ini, silakan kalian terapkan dari sekarang dikomunitas kalian. Apabila kalian tetap tidak setuju, setidaknya sikap respect ada pada diri kalian.



4 komentar:

  1. Apakah ada yang masih ingat pendiri parkor jogja.... aq kangen dengan latihan2 dlu baik di kehutanan ugm dan uii......

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sebagian besar para pendirinya sudah kembali dan bekerja di kota lain mas. Ayuk monggo gabung latihan lagi. Selasa dan kamis di sayap barat GSP UGM jam 4 sore. Minggu jam 9 pagi didepan FTI UII

      Hapus
  2. Aku pengen ikut tapi bingung biasa ngumpul dimana... hmmm
    Kasih tau donk alamat2nya juga

    BalasHapus
  3. Selasa-kamis kami latihan disayap barat GSP UGM jam 4 sore dan hari Minggu jam 9 pagi didepan FTI mad. kalo nyasar2 line aku aja ya. Sore ini kami latihan

    BalasHapus

Rakhmat's Home Enjoy!