:::: MENU ::::

Selamat datang di Weblog pribadi saya. Semoga informasi yang saya berikan bermanfaat ya kawans!

  • Apakah Saat Ini Indonesia Siap Menjadi Pemain Utama Pada Industri Mobil Listrik Nasional?

  • Kontroversi Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) Di Indonesia

  • Harga BBM Naik: Inilah Alasan Kenapa Subsidi BBM Harus Dikurangi

  • 6 Hal Yang Terjadi Jika Kita Mengaktifkan Energi Nuklir Di Indonesia

  • 7 Sumber Utama Energi Masa Depan

  • Hal-Hal Yang Perlu Diketahui Tentang Program Listrik 35000 MW Era Pak Jokowi

  • Apakah Pembangkit Listrik Tenaga Bayu Efektif Jika Diterapkan Di Indonesia?

Sabtu, 16 Januari 2016

Hello kawans!

Di weekend kali ini saya ingin sharing-sharing tentang pengalaman yang baru saja saya lewati yaitu membuat video Speech Composing, Iya speech composing semacam parodinya Arya Wiguna itu loh. Bagi yang belum tahu apa itu speech composing, speech composing adalah cara seorang speech composer mengolah suatu file tertentu yang didalamnya terdapat kata-kata yang akan disusun menjadi lirik lagu, biasanya berupa file video yang terlebih dahulu di-convert kedalam format wave (audio). Nah untuk lebih jelasnya lagi, silakan ditonton dulu contoh video speech composing hasil karya dari kolaborasi saya dengan Mas Dinar Nur Rahmawan, seorang teman saya dari program development di IP UII dan sekaligus alumnus Ilkom UII angkatan 2011.

Happy watching!




Bagaimana? Menarik bukan? Yup jujur saja, video speech composing tersebut dibuat dalam waktu 2 hari saja, iya 2 hari saja. Tapi yaa ngerjainnya begadang sampai semalam suntuk. Sebenarnya, video ini bukan hasil karya saya, saya hanya bantu doa, menemani mas dinar merangkai kata-kata hingga menjadi lyric sampai menyemangatinya dalam aransemen lagu. Ya semacam asistennya gitu lah. Tapi dari pengalaman ini, saya mendapatkan pengalaman baru. Saya percaya bahwa dari pengalaman ini akan merangsang pola pikir kreatif saya untuk melakukan hal-hal keren dan 
inspiratif seperti halnya yang dilakukan Mas Dinar ini. 

Foto ini dikutip dari: www.youtube.com
Jadi pada mulanya, ide video speech composing ini tercetus karena saya dan Mas Dinar Nur Rahmawan terinspirasi dari karya seorang Youtuber, namanya “Eka Gustiwana”. Siapa sih dia? Coba kalian tonton video speech composingnya yang menurut saya sangat LEGEND!



Lucu dan menarik sekali bukan videonya? Pak presiden kita saja bisa dibuatnya menyanyi dengan bagus looh. Jikalau mas Eka Gustiwana ahli dalam membuat video speech composing semacam itu, maka saya dan mas dinar akhirnya memutuskan membuat video speech composing yang agak sedikit berbeda. Dimana lyric dan objek dari materi video yang kita pakai menggunakan bahasa Inggris dan tidak menggunakan video2 dari figur terkenal, tetapi kami memakai figur2 yang ada didalam komunitas saya “International Buddy UII”. Diharapkan sih kedepannya akan muncul lagi video-video menarik lainnya yang gak kalah seru, lucu dan menarik dari video speech composing ini. Jadi mohon supportnya deh ya! 

Bukan hanya sharing tentang speech composing, tapi saya juga mau sharing nih tentang proses pembuatan video speech composing, apa aja sih?

1. Tentukan video yang akan kita olah, lalu convert kedalam format MP3 dengan   menggunakan software video converter, contohnya software Emisoft.
2. Setelah video-nya kita pelajari, tentukan konsep musiknya seperti genre, nada dasar, tempo dan struktur lagunya (intro, verse, chorus, interlude, outro dst.)
3. Buka software digital audio workstation (DAW) yang biasa kamu gunakan (spt. Nuendo, Sonar, Pro Tool dll.), buat new project, import MP3 ke project, kemudian bikin musik dasar untuk guide seperti piano, gitar atau seruling. Ya dilakukan dengan cara digital loh ya.
4. Lakukan pengeditan terhadap file MP3 tadi agar benar-benar klop dengan struktur lagu, nada dasar, tempo dan chord progression-nya. Disinilah dibutuhkan kepiawaian           seseorang dalam mengolah data wave, yaitu dengan cara cut & paste untuk memotong dan menyambung, atur tempo, naik-turunkan nada (untuk yang satu ini bisa menggunakan software pitch correction seperti Melodyne, Waves Tune, Auto Tune, dll).
5. Setelah struktur lagu selesai (hasil audio editing benar-benar sudah klop dengan music dasarnya), maka saatnya dibuatkan aransemen musiknya, dilanjutkan proses mixing & mastering. Jika kamu kurang paham dengan proses mixing & mastering, cari aja deh tutorialnya di youtube ya.
6. Proses terakhir adalah penggabungan audio (lagu) dan video dengan menggunakan video editor (yg paling popular adalah Windows Movie Maker, Sony Vegas Pro atau Adobe Premiere).
Gimana? Gak mudah kan? Hahaha, perfect practice makes perfect. Yang jelas terimakasih kepada Eka Gustiwana yang katanya dijuluki sebagai pelopor video-video speech composing. Terimakasih juga kepada Mas Dinar yang telah mengajak saya untuk membuat video speech composing yang keren ini ya. Saya dapat pengalaman dan pelajaran baru disini. Hidup saya pun menjadi lebih berharga daripada nongkrong-nongkrong gak jelas. Hoho.

Untuk itu, yuk sama-sama belajar. Yang penting jangan sampai kalian menutup kreativitas kalian karena pesimis terhadap sesuatu ya. Karena sekali pesimis, maka kalian akan selalu pesimis dalam menghadapi masalah-masalah lain kedepannya. Do what yo love! Karena hanya kalianlah yang bisa menentukan kemana arah dan tujuan hidup kalian, bukan orang lain, bukan siapapun. Apasiihh.. tapi bener juga. :D


CHEERS! I hope that this article give you an inspiration! Thus, embrace yourself for my new article next week ya!


0 komentar:

Posting Komentar

Rakhmat's Home Enjoy!