:::: MENU ::::

Selamat datang di Weblog pribadi saya. Semoga informasi yang saya berikan bermanfaat ya kawans!

  • Apakah Saat Ini Indonesia Siap Menjadi Pemain Utama Pada Industri Mobil Listrik Nasional?

  • Kontroversi Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) Di Indonesia

  • Harga BBM Naik: Inilah Alasan Kenapa Subsidi BBM Harus Dikurangi

  • 6 Hal Yang Terjadi Jika Kita Mengaktifkan Energi Nuklir Di Indonesia

  • 7 Sumber Utama Energi Masa Depan

  • Hal-Hal Yang Perlu Diketahui Tentang Program Listrik 35000 MW Era Pak Jokowi

  • Apakah Pembangkit Listrik Tenaga Bayu Efektif Jika Diterapkan Di Indonesia?

Sabtu, 27 Februari 2016

Hola guys!


Selamat soree, selamat bermalam minggu bagi kalian yang merayakann dan selamat mencari inspirasi bagi kalian yg masih jombloo. Kali ini saya ingin sharing tentang “Kenapa Sih Kita Harus Repot-Repot Kuliah?” Jadi beberapa waktu yang lalu ada seorang teman saya yang menanyakan hal ini dan kemudian munculah inspirasi untuk membahas lebih lanjut mengenai pertanyaannya tersebut. Iya ya? Kenapa sih kok kita repot-repot harus kuliah? 

#Nabi Menyuruh Kita Terus Menuntut ilmu

“Tuntutlah Ilmu hingga ke Liang Lahat” Begitulah sabda Rasullullah SAW yang artinya menyuruh pada kaumnya untuk terus menuntut ilmu tanpa berhenti. Dan hadis ini benar adanya, karena kadar keilmuan seseorang nantinya akan menentukan posisi kehidupan baik di dunia maupun diakhirat.

Seseorang yang berilmu tinggi akan cenderung lebih mudah dalam menjalani kehidupan ini. Dan memiliki peluang lebih besar dalam meraih kesuksesan. Dan begitupula sebaliknya, seseorang yang enggan belajar, maka kehidupannya akan diluputi kesukaran, karena ketinggalan kereta.

Sewaktu kita kelas XII (3 SMA/SMK/sederajat) dulu pastinya kita pernah berpikir, setelah lulus mau lanjut kuliah atau langsung kerja saja ya? Pemikiran galau seperti ini sebenarnya adalah hal yang lumrah dan sering dirasakan oleh kebanyakan anak SMA. 

Biasanya bagi siswa-siswi SMA akan memilih untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi dan bagi siswa-siswi SMK akan memilih untuk bekerja terlebih dahulu dan kemudian melanjutkan pendidikannya ke jenjang yang lebih tinggi (itu jika dia masih memiliki semangat belajar dan tidak keenakan mencari uang loh ya).

Penulis dulunya adalah seorang siswa SMK, impian saya waktu itu sih sebenarnya ingin langsung lanjut kuliah. Tapi berhubung orang tua saya tidak mumpuni dalam hal keuangan, saya akhirnya legowo dan mencari cara agar saya bisa meraih impian saya itu tanpa membenani kedua orang tua. Berhubung saya adalah siswa SMK dan memiliki skill yang lebih spesifik dalam pekerjaan (Mekanik Otomotif) dibandingkan siswa-siswi SMA. Lalu tidak lama setelah lulus Alhamdulillah saya berhasil mendapatkan pekerjaan di salah satu perusahaan multinasional yang bergerak di bidang Otomotif. 

Tujuan saya bekerja saat itu adalah untuk mencari uang dan dari hasil tabungan saya tersebut akan saya gunakan untuk membiayai kuliah saya nantinya. Namun ternyata dengan bekerja sebenarnya selain saya mendapatkan gaji tapi saya juga menemukan banyak hal-hal baru dan dari pengalaman tersebut membuat saya lebih semangat untuk melanjutkan study ke perguruan tinggi. 

Alhasil setelah 3 tahun lamanya saya bekerja dan berkelumit dengan rutinitas pekerjaan dimana saya harus berangkat kerja pagi buta dan pulang ketika matahari terbenam, mereview pelajaran-pelajaran anak-anak SMA dikala waktu senggang, ikut les bahasa inggris (conversation class) sehabis pulang kerja, rajin ngambil jatah lembur agar penghasilan saya juga meningkat, bertemu dengan orang-orang hebat dan mendapatkan pengalaman yang luar biasa bersama mereka di tempat kerja saya. 

Akhirnya dengan bekal perjuangan dan kegigihan tersebut sekarang saya mampu berstatus sebagai “MAHAsiswa” yang BERDIKARI, maksudnya adalah saya dapat membiayai kuliah saya sendiri tanpa membebani kedua orang tua. Iya, saya sekarang kuliah di salah satu universitas swasta terbaik di Indonesia dan di department International Program pula.

Jadi ketika sekolah dulu saya sudah memantapkan untuk melanjutkan kuliah di Teknik Industri International Program Universitas Islam Indonesia, entah mengapa ketika SMK dulu saya berpikir bahwa ketika lulus kuliah selain saya menjadi mahir dalam bidang Teknik Industri, namun saya juga harus bisa menguasai bahasa inggris. 

Alasan yang simple inilah yang membuat saya melewatkan jatah 2 tahun untuk mengikuti seleksi nasional masuk perguruan tinggi negeri. Saya hanya fokus bekerja untuk kuliah di almamater saya saat ini. Yap! I’m falling in love with this choice since a long time ago.


Lalu apakah lantas saya keteteran mengikuti proses kuliah? Jelas tidak, dengan bermodalkan ketekunan, kegigihan, rasa penasaran yang terus menerus dan tidak malu untuk diajari oleh teman-teman yang usianya jauh lebih muda. Maka dari upaya-upaya tersebut, sejauh ini nilai saya masih aman dalam range CUMLAUDE

Lulus dengan title “Cumlaude” sebenarnya memang bukanlah tujuan akhir saya. Saya pikir ketika nanti saya lulus dengan title “Cumlaude”, itu merupakan sebuah bonus dari segala upaya dan kegigihan yang saya keluarkan dalam proses kuliah. Dan memang, lulus dengan title “cumlaude” itu tidak menjamin seorang sarjana menjadi sosok yang hebat, tetapi kelak ketika kita menjadi seorang yang hebat dan memiliki title cumlaude pastinya akan menjadi sesuatu yang lebih berkesan bukan?  

#Terus kenapa harus kuliah?

Untuk memperoleh ilmu, pengalaman, dan atmosfer persaingan yang biasanya akan banyak terjadi di dalam dunia kerja. Ingat yang namanya belajar itu adalah ibadah, walaupun belajar tidak harus di bangku kuliah tapi jika belajar sendiri tanpa ada yang membimbing akan sulit bagi kita untuk berkembang. 

Kuliah tidak bisa memberi kita jaminan akan mendapatkan pekerjaan/karir yang baik tapi dengan kuliah kita akan semakin dekat dengan pekerjaan/karir yang baik.
Maksudnya adalah ketika kita kuliah, kita akan punya lebih banyak teman atau relasi yang memungkinkan kita untuk membentuk jaringan dalam lingkungan. Tentu saja memudahkan dalam mendapat pekerjaan. Lalu kita dapat banyak berkonsultasi dengan dosen terkait pengalamannya dahulu yang mungkin akan dapat menginspirasi kita dalam menggapai kesuksesan.
 

Kadang bagi sebagian kalangan kuliah itu hanya untuk gengsi, agar dia lebih dipandang oleh banyak orang. Tapi sebenarnya dengan kuliah, selain mendapatkan gelar sarjana, banyak hal yang dapat kita lakukan dan itu bermanfaat untuk masyarakat luas. Sama seperti Catur Dharma Perguruan Tinggi: 

1. Pendidikan,
2. Penelitian,
3. Pengabdian Masyarakat, dan
4. Kewirausahaan

Tapi karena tekanan sosial, kebanyakan mahasiswa hanya mengejar status sarjana yang dianggap beken dan hebat agar mendapatkan pekerjaan yang layak.

Di dunia perkuliahan, kita diajarkan juga untuk bersikap mandiri, lebih kritis dan logis akan segala sesuatu, tidak menerima mentah-mentah segala asumsi yang ada di masyarakat, membuat kita lebih siap menjadi “MAHA”siswa yang berdedikasi bagi masyarakat sekitar. Selain itu, kuliah juga bisa jadi ajang expand network yang tepat apabila kita gaul dengan orang-orang yang tepat pula. 

#Lalu apakah kuliah menjamin kita untuk sukses?

Ya, TIDAK juga. Kuliah tidak menjamin kalian akan sukses kelak, buktinya banyak yang tidak kuliah tapi mereka bisa sukses dan yang sarjana masih sibuk mencari lowongan pekerjaan.

Tahu Bill Gates kan? Dulu Beliau berhenti kuliah dan sekarang bisa menjadi orang terkaya di dunia. 
TAPI, Semua manusia di ciptakan berbeda, tidak semua orang bisa seperti Bill Gates. MAKA kuliah bukanlah sebuah JAMINAN kesuksesan, melainkan MODAL kesuksesan.


Ketika kalian kuliah , kalian akan melalui berbagai proses. Kalian tidak hanya mendapat HARDSKILL (Ilmu pengetahuan yang ditekuni) namun kalian juga bisa memperoleh SOFTSKILL atau sebuah keahlian berorganisasi, Berwirausaha, bernegosiasi maupun kepemimpinan.
SOFTSKILL itulah yang juga akan menjadi modal kalian menuju kesuksesan di samping HARDSKILL.

Dengan kuliah maka tentu kita akan mendapat ridho dan kasih sayang Allah SWT, karena Allah SWT senang sekali dengan orang yang berusaha menuntut ilmu sebanyak-banyaknya. 

Apakah kalian sudah merasa jelas dan telah memiliki alasan yang kuat kenapa kalian harus repot-repot Kuliah?

Kalo belum jelas juga, silakan comment di artikel ini ya..
 
Semoga artikel ini bermanfaat dan menginspirasi guys!

Silakan dishare ke orang banyak dan tunggu artikel-artikel menarik berikutnya ya. Thanks for reading.













Senin, 22 Februari 2016

Hola guys! Pada kesempatan kali ini saya ingin sharing ilmu yang saya dapatkan dikuliah saya pada semester 2 yang lalu tentang Environmental Science (Ilmu Lingkungan). 

Jadi pada dasarnya Teknik Industri itu tidak hanya memantapkan daya logika, matematika, statistika dan aspek sosial saja ketika kuliah tetapi kami juga dituntut untuk memperdalam ilmu lingkungan. Kalian bisa baca apa itu Teknik Industri? disini

Di kuliah environmental science ini kita akan belajar tentang Pencemaran Lingkungan, Sustainable Development sampai ke AMDAL (Analisis Mengenai Dampak Lingkungan) yang wajib dimiliki suatu perusahaan ketika ingin membangun usahanya dengan ketentuan-ketentuan yang tertulis didalam dokumen AMDAL tersebut.


Photo credit: www.populationeducation.org

Singkat saja, disini saya ingin fokus untuk membahas sub-bab dalam kuliah environmental science ini yaitu Pencemarah Lingkungan. Coba kalian amati grafik dibawah ini:

Seperti yang dapat kalian lihat pada grafik diatas, jumlah penduduk selalu bertambah sehingga kepadatan populasi terus meningkat. Hal ini akan berpengaruh pada daya dukung lingkungan. Daya dukung lingkungan yang terbatas menyebabkan terjadinya kelangkaan sumber daya alam, terjadinya pencemaran, dan timbul persaingan untuk mendapatkan sumber daya alam.

Antroposentrisme adalah suatu kepercayaan yang menyatakan bahwa manusia sebagai pusat segalanya. Anggapan ini dimulai sejak manusia primitif, waktu manusia mulai menyadari ada bumi dan langit. Matahari, bulan, bintang, dan bumi, dianggap serupa dengan bangsa hewan, tumbuhan, dan dengan dirinya sendiri. Lingkungan dalam konteks ini hanya sebagai nilai instrumental, sebagai objek eksploitasi, dan eksperimen untuk kepentingan manusia.
  
Kepercayaan seperti ini hanya terjadi sampai pada tahun 1700an saja. Semenjak itu munculah istilah baru yaitu Revolusi Industri yang terjadi pada periode antara tahun 1750-1850 di mana terjadinya perubahan secara besar-besaran di bidang pertanian, manufaktur, pertambangan, transportasi, dan teknologi serta memiliki dampak yang mendalam terhadap kondisi sosial, ekonomi, dan budaya di dunia. Tentunya hal ini akan sangat berimplikasi besar juga terhadap dampak lingkungan dan kemudian mengarah ke pencemaran lingkungan.

Seperti yang saya jelaskan sebelumnya bahwa dengan berkembangnya pertumbuhan manusia, maka semakin banyak pula manusia yang berkompetisi untuk mendapatkan sumber daya alam. Padahal pertumbuhan sumber daya alam sangatlah terbatas. Sehingga hal ini merangsang kembali pemikiran manusia untuk mengembangkan teknologi agar dapat mengeksploitasi alam secara efisien dan efektif.

Berkembangnya pemikiran manusia ini ternyata tidak serta merta tidak akan berdampak pada pencemaran lingkungan, malah sebaliknya. Jika pada era Antroposentrisme, manusia mengeksploitasi alam secara tradisional dan tidak didukung dengan kemajuan teknologi maka dampak terhadap lingkungan yang dihasilkan tidaklah begitu besar. Coba kita bandingkan dengan era setelah revolusi industri, berikut pemaparanya:

1. Pencemaran udara terjadi karena banyak mengandung CO2 (karbondioksida) yang banyak dihasilkan dari pembakaran BBM seperti: minyak tanah, solar, bensin dari kendaraan bermotor atau mesin-mesin industri. Karbondioksida yang terlarut dalam air hujan kemudian membentuk asam karbonat (H2CO3). Selain itu, pembakaran juga menghasilkan belerang dioksida (SO2) dan nitrogen oksida (NO2) ke udara.
Senyawa kimia tersebut sangatlah berbahaya, SO2 atau yang bisa kita sebut SOx dapat menimbulkan gangguan sistem pernafasan, NO2 atau bisa disebut NOx juga dapat menimbulkan keracunan akut/ infeksi saluran penafasan, sesak nafas, gangguan pada jaringan paru-paru dan bahkan asma. Dan kemudian H2CO3 dapat menimbulkan kelelahan luar biasa, rasa ngantuk, sering mual, tekanan darah menurun, syok, koma bahkan kematian jika ginjal kita sudah tidak sanggup lagi bekerja dikarenakan kita terlalu sering mereaksikan senyawa kimia CO2 dan H20 didalam tubuh kita.
2. Pencemaran timbal (plumbom) dapat mempengaruhi tumbuh kembang dan kecerdasan anak terutama balita (bawah lima tahun). Pencemaran timbal dapat terjadi melalui udara kemudian terhirup lewat saluran pernafasan, misalnya asap kendaraan bermotor dan pabrik. 

3. Pengunaan air raksa (Hg) termasuk dalam kategori logam berat bersifat karsinogen (menyebabkan kanker) seperti kasus; Minamata (Jepang), Busang (sulawesi utara).

4. Gas karbon monoksida (CO) karena pembakaran yang tidak sempurna bersifat racun bagi pernafasan. 

5. Pencemaran tanah oleh sampah plastik. (Ini akan saya jelaskan lebih detail diartikel berikutnya) 

6. Pestisida yang berlebihan dan tidak terkontrol mematikan organisme, tanah terakumulasi pada tanaman dan dimakan manusia. Buah-buahan, Antibiotika pada makanan ternak, daging, dan telur.

Dari pemaparan-pemaparan tersebut sudah sangat jelas sekali bukan bahwa Revolusi Industri memiliki andil besar dalam menimbulkan pencemaran lingkungan?

Tapi sebagai Manusia yang peduli dengan lingkungan, kita sebaiknya perlu mengatur strategi untuk menjaga kelestarian alam yang ada di Bumi ini. Pencemaran dapat dicegah tapi tidak dapat dihindari. Pencegahan terhadap pencemaran pada lingkungan dapat diawali dari diri sendiri ataupun lingkungan keluarga kita.

Berikut ini beberapa cara sederhana yang dapat dilakukan, dilatih dan dibiasakan untuk mengurangi pencemaran lingkungan, yaitu:

1. Membuang Sampah pada Tempatnya

Photo credit: dhodolll.files.wordpress.com
Persoalan sampah merupakan hal paling sederhana dalam pencemaran terhadap lingkungan. Setiap orang tentu sangat mampu untuk membuang sampah di tempat pembuangan yang telah disediakan. Sampah dibedakan dalam sampah kering ataupun basah. Selain itu, ada jenis sampah organik, non organik dan bahan berbahaya dan beracun (B3). Adanya penggolongan sampah tersebut untuk membantu upaya pencegahan pencemaran.

2. Kurangi Penggunaan Plastik

Photo credit: www.greenweb.id
Menghindari penggunaan plastik tentu saja merupakan hal yang sangat sulit. Oleh sebab itu, kita hanya dituntut untuk mengurangi penggunaan plastik. Jika memang tidak benar-benar butuh, sebaiknya kita menghindari penggunaan plastik. Sebaiknya, kita pun membawa tas jinjing khusus saat berbelanja agar tidak menggunakan plastik. Sekalipun benar-benar harus menggunakan plastik, pilihlah plastik ramah lingkungan.

Sekarang ini berkembang pesat bahan-bahannya terbuat dari daur ulang dan bahan-bahan yang ramah lingkungan. Tujuan dari bahan-bahan tersebut juga untuk meminimalisir pencemaran terhadap lingkungan melalui bahan-bahan plastik. Pada artikel berikutnya akan saya jelaskan kenapa kita harus mengurangi penggunaan plastik dan apa dampak dari penggunaan plastik tersebut.

3. Membersihkan Parit

Photo credit: jatiasih.bekasikota.go.id
Salah satu kota yang rutin terserang banjir adalah Jakarta. Mengapa demikian? Jawabannya tentu saja sangat sederhana, yaitu kurangnya kesadaran masyarakat untuk membersihkan parit atau got. Bahkan, got di beberapa daerah memiliki bau menyengat dengan aliran air yang sangat kotor. Hal inilah yang menjadi pemicu kemalasan warga untuk membersihkan got. 

Dalam hal ini, bersih-bersih massal benar-benar penting dilakukan setiap minggu. Namun wilayah lain di luar Jakarta juga sering mengalami banjir. Penyebabnya juga tidak jauh berbeda dengan yang ada di Jakarta. Fungsi parit dalam kelancaran air sangat menentukan dan memberikan pengaruh utamanya ketika musim hujan. Jadi, cara ini dapat dilakukan secara berkesinambungan.
 
4. Batasi Penggunaan Kendaraan

Photo credit: www.aktual.com
Di zaman yang katanya semakin cepat dan modern ini, setiap orang seolah-olah ingin memamerkan kendaraan sehingga satu keluarga bisa mengendarai 4 mobil setiap hari. Selain menyumbang polusi, cara ini hanya akan memperpanjang kemacetan di jalan raya. Apalagi kemajuan di bidang teknologi dalam hal kendaraan semuanya membuat orang semakin berlomba-lomba memenuhi kebutuhan trendy.

Jika jarak tempuh cukup dekat, berjalan kaki saja. Berjalan kaki bisa mengurangi kadar polusi dan tentu saja membuat tubuh sehat. Ingat, pejalan kaki tidak berarti miskin atau tidak punya uang untuk membeli mobil. Mereka adalah orang-orang yang benar-benar peduli akan kesehatan lingkungan. Sebagai alternatif jalan kaki, kita bisa menggunakan sepeda sebagai alat transportasi.

Hal itulah yang menjadi perbedaan antara zaman dulu dengan sekarang. Jalan kaki kadang menjadi hal yang tidak disukai dan merendahkan diri jika kondisinya seperti sekarang. Membatasi penggunaan kendaraan dan lebih banyak untuk mencoba sering berjalan kaki, maka kalian sudah satu langkah didepan untuk membantu mencegah pencemaran lingkungan utamanya pencemaran udara.

5. Hemat Listrik

Photo credit: 3.bp.blogspot.com
Listrik memiliki peran yang penting dalam kehidupan. Meski dulu listrik belum berkembang sampai ke wilayah pelosok, tapi sekarang ini listrik mengalami pemerataan dan tersebar luas. Ternyata, menggunakan listrik seperlunya turut membantu mengurangi pencemaran lingkungan. 

Selain mengurangi pencemaran lingkungan, menghemat listrik tentu saja mampu menghemat pengeluaran atau tagihan.

Okay guys! setelah mengetahui hal yang berkaitan dengan pencemaran lingkungan dan cara mengatasinya, maka hal selanjutnya yang dapat kita lakukan adalah melaksanakan dalam kehidupan kita melalui cara-cara tersebut. 

Untuk menjadi seorang pecinta alam, kita tidak harus naik gunung atau pergi ke pantai untuk menikmati keindahannya. Tapi dengan kita melakukan cara-cara sederhana yang saya jelaskan tadi maka selayaknya kita akan menikmati Bumi yang asri, indah dan nyaman untuk dihuni kedepannya. Cintailah lingkungan kita dan kurangi pencemaran mulai dari diri sendiri!

Semoga artikel ini dapat mengedukasi kalian dan utamanya kita bisa bersama-sama mencegah Pencemaran Lingkugan di Bumi kita tercinta ini.

Silakan dishare ke teman-teman, keluarga dan orang-orang terdekatmu ya. Thanks for reading! :D
Rakhmat's Home Enjoy!