:::: MENU ::::

Selamat datang di Weblog pribadi saya. Semoga informasi yang saya berikan bermanfaat ya kawans!

  • Apakah Saat Ini Indonesia Siap Menjadi Pemain Utama Pada Industri Mobil Listrik Nasional?

  • Kontroversi Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) Di Indonesia

  • Harga BBM Naik: Inilah Alasan Kenapa Subsidi BBM Harus Dikurangi

  • 6 Hal Yang Terjadi Jika Kita Mengaktifkan Energi Nuklir Di Indonesia

  • 7 Sumber Utama Energi Masa Depan

  • Hal-Hal Yang Perlu Diketahui Tentang Program Listrik 35000 MW Era Pak Jokowi

  • Apakah Pembangkit Listrik Tenaga Bayu Efektif Jika Diterapkan Di Indonesia?

Senin, 22 Februari 2016

Hola guys! Pada kesempatan kali ini saya ingin sharing ilmu yang saya dapatkan dikuliah saya pada semester 2 yang lalu tentang Environmental Science (Ilmu Lingkungan). 

Jadi pada dasarnya Teknik Industri itu tidak hanya memantapkan daya logika, matematika, statistika dan aspek sosial saja ketika kuliah tetapi kami juga dituntut untuk memperdalam ilmu lingkungan. Kalian bisa baca apa itu Teknik Industri? disini

Di kuliah environmental science ini kita akan belajar tentang Pencemaran Lingkungan, Sustainable Development sampai ke AMDAL (Analisis Mengenai Dampak Lingkungan) yang wajib dimiliki suatu perusahaan ketika ingin membangun usahanya dengan ketentuan-ketentuan yang tertulis didalam dokumen AMDAL tersebut.


Photo credit: www.populationeducation.org

Singkat saja, disini saya ingin fokus untuk membahas sub-bab dalam kuliah environmental science ini yaitu Pencemarah Lingkungan. Coba kalian amati grafik dibawah ini:

Seperti yang dapat kalian lihat pada grafik diatas, jumlah penduduk selalu bertambah sehingga kepadatan populasi terus meningkat. Hal ini akan berpengaruh pada daya dukung lingkungan. Daya dukung lingkungan yang terbatas menyebabkan terjadinya kelangkaan sumber daya alam, terjadinya pencemaran, dan timbul persaingan untuk mendapatkan sumber daya alam.

Antroposentrisme adalah suatu kepercayaan yang menyatakan bahwa manusia sebagai pusat segalanya. Anggapan ini dimulai sejak manusia primitif, waktu manusia mulai menyadari ada bumi dan langit. Matahari, bulan, bintang, dan bumi, dianggap serupa dengan bangsa hewan, tumbuhan, dan dengan dirinya sendiri. Lingkungan dalam konteks ini hanya sebagai nilai instrumental, sebagai objek eksploitasi, dan eksperimen untuk kepentingan manusia.
  
Kepercayaan seperti ini hanya terjadi sampai pada tahun 1700an saja. Semenjak itu munculah istilah baru yaitu Revolusi Industri yang terjadi pada periode antara tahun 1750-1850 di mana terjadinya perubahan secara besar-besaran di bidang pertanian, manufaktur, pertambangan, transportasi, dan teknologi serta memiliki dampak yang mendalam terhadap kondisi sosial, ekonomi, dan budaya di dunia. Tentunya hal ini akan sangat berimplikasi besar juga terhadap dampak lingkungan dan kemudian mengarah ke pencemaran lingkungan.

Seperti yang saya jelaskan sebelumnya bahwa dengan berkembangnya pertumbuhan manusia, maka semakin banyak pula manusia yang berkompetisi untuk mendapatkan sumber daya alam. Padahal pertumbuhan sumber daya alam sangatlah terbatas. Sehingga hal ini merangsang kembali pemikiran manusia untuk mengembangkan teknologi agar dapat mengeksploitasi alam secara efisien dan efektif.

Berkembangnya pemikiran manusia ini ternyata tidak serta merta tidak akan berdampak pada pencemaran lingkungan, malah sebaliknya. Jika pada era Antroposentrisme, manusia mengeksploitasi alam secara tradisional dan tidak didukung dengan kemajuan teknologi maka dampak terhadap lingkungan yang dihasilkan tidaklah begitu besar. Coba kita bandingkan dengan era setelah revolusi industri, berikut pemaparanya:

1. Pencemaran udara terjadi karena banyak mengandung CO2 (karbondioksida) yang banyak dihasilkan dari pembakaran BBM seperti: minyak tanah, solar, bensin dari kendaraan bermotor atau mesin-mesin industri. Karbondioksida yang terlarut dalam air hujan kemudian membentuk asam karbonat (H2CO3). Selain itu, pembakaran juga menghasilkan belerang dioksida (SO2) dan nitrogen oksida (NO2) ke udara.
Senyawa kimia tersebut sangatlah berbahaya, SO2 atau yang bisa kita sebut SOx dapat menimbulkan gangguan sistem pernafasan, NO2 atau bisa disebut NOx juga dapat menimbulkan keracunan akut/ infeksi saluran penafasan, sesak nafas, gangguan pada jaringan paru-paru dan bahkan asma. Dan kemudian H2CO3 dapat menimbulkan kelelahan luar biasa, rasa ngantuk, sering mual, tekanan darah menurun, syok, koma bahkan kematian jika ginjal kita sudah tidak sanggup lagi bekerja dikarenakan kita terlalu sering mereaksikan senyawa kimia CO2 dan H20 didalam tubuh kita.
2. Pencemaran timbal (plumbom) dapat mempengaruhi tumbuh kembang dan kecerdasan anak terutama balita (bawah lima tahun). Pencemaran timbal dapat terjadi melalui udara kemudian terhirup lewat saluran pernafasan, misalnya asap kendaraan bermotor dan pabrik. 

3. Pengunaan air raksa (Hg) termasuk dalam kategori logam berat bersifat karsinogen (menyebabkan kanker) seperti kasus; Minamata (Jepang), Busang (sulawesi utara).

4. Gas karbon monoksida (CO) karena pembakaran yang tidak sempurna bersifat racun bagi pernafasan. 

5. Pencemaran tanah oleh sampah plastik. (Ini akan saya jelaskan lebih detail diartikel berikutnya) 

6. Pestisida yang berlebihan dan tidak terkontrol mematikan organisme, tanah terakumulasi pada tanaman dan dimakan manusia. Buah-buahan, Antibiotika pada makanan ternak, daging, dan telur.

Dari pemaparan-pemaparan tersebut sudah sangat jelas sekali bukan bahwa Revolusi Industri memiliki andil besar dalam menimbulkan pencemaran lingkungan?

Tapi sebagai Manusia yang peduli dengan lingkungan, kita sebaiknya perlu mengatur strategi untuk menjaga kelestarian alam yang ada di Bumi ini. Pencemaran dapat dicegah tapi tidak dapat dihindari. Pencegahan terhadap pencemaran pada lingkungan dapat diawali dari diri sendiri ataupun lingkungan keluarga kita.

Berikut ini beberapa cara sederhana yang dapat dilakukan, dilatih dan dibiasakan untuk mengurangi pencemaran lingkungan, yaitu:

1. Membuang Sampah pada Tempatnya

Photo credit: dhodolll.files.wordpress.com
Persoalan sampah merupakan hal paling sederhana dalam pencemaran terhadap lingkungan. Setiap orang tentu sangat mampu untuk membuang sampah di tempat pembuangan yang telah disediakan. Sampah dibedakan dalam sampah kering ataupun basah. Selain itu, ada jenis sampah organik, non organik dan bahan berbahaya dan beracun (B3). Adanya penggolongan sampah tersebut untuk membantu upaya pencegahan pencemaran.

2. Kurangi Penggunaan Plastik

Photo credit: www.greenweb.id
Menghindari penggunaan plastik tentu saja merupakan hal yang sangat sulit. Oleh sebab itu, kita hanya dituntut untuk mengurangi penggunaan plastik. Jika memang tidak benar-benar butuh, sebaiknya kita menghindari penggunaan plastik. Sebaiknya, kita pun membawa tas jinjing khusus saat berbelanja agar tidak menggunakan plastik. Sekalipun benar-benar harus menggunakan plastik, pilihlah plastik ramah lingkungan.

Sekarang ini berkembang pesat bahan-bahannya terbuat dari daur ulang dan bahan-bahan yang ramah lingkungan. Tujuan dari bahan-bahan tersebut juga untuk meminimalisir pencemaran terhadap lingkungan melalui bahan-bahan plastik. Pada artikel berikutnya akan saya jelaskan kenapa kita harus mengurangi penggunaan plastik dan apa dampak dari penggunaan plastik tersebut.

3. Membersihkan Parit

Photo credit: jatiasih.bekasikota.go.id
Salah satu kota yang rutin terserang banjir adalah Jakarta. Mengapa demikian? Jawabannya tentu saja sangat sederhana, yaitu kurangnya kesadaran masyarakat untuk membersihkan parit atau got. Bahkan, got di beberapa daerah memiliki bau menyengat dengan aliran air yang sangat kotor. Hal inilah yang menjadi pemicu kemalasan warga untuk membersihkan got. 

Dalam hal ini, bersih-bersih massal benar-benar penting dilakukan setiap minggu. Namun wilayah lain di luar Jakarta juga sering mengalami banjir. Penyebabnya juga tidak jauh berbeda dengan yang ada di Jakarta. Fungsi parit dalam kelancaran air sangat menentukan dan memberikan pengaruh utamanya ketika musim hujan. Jadi, cara ini dapat dilakukan secara berkesinambungan.
 
4. Batasi Penggunaan Kendaraan

Photo credit: www.aktual.com
Di zaman yang katanya semakin cepat dan modern ini, setiap orang seolah-olah ingin memamerkan kendaraan sehingga satu keluarga bisa mengendarai 4 mobil setiap hari. Selain menyumbang polusi, cara ini hanya akan memperpanjang kemacetan di jalan raya. Apalagi kemajuan di bidang teknologi dalam hal kendaraan semuanya membuat orang semakin berlomba-lomba memenuhi kebutuhan trendy.

Jika jarak tempuh cukup dekat, berjalan kaki saja. Berjalan kaki bisa mengurangi kadar polusi dan tentu saja membuat tubuh sehat. Ingat, pejalan kaki tidak berarti miskin atau tidak punya uang untuk membeli mobil. Mereka adalah orang-orang yang benar-benar peduli akan kesehatan lingkungan. Sebagai alternatif jalan kaki, kita bisa menggunakan sepeda sebagai alat transportasi.

Hal itulah yang menjadi perbedaan antara zaman dulu dengan sekarang. Jalan kaki kadang menjadi hal yang tidak disukai dan merendahkan diri jika kondisinya seperti sekarang. Membatasi penggunaan kendaraan dan lebih banyak untuk mencoba sering berjalan kaki, maka kalian sudah satu langkah didepan untuk membantu mencegah pencemaran lingkungan utamanya pencemaran udara.

5. Hemat Listrik

Photo credit: 3.bp.blogspot.com
Listrik memiliki peran yang penting dalam kehidupan. Meski dulu listrik belum berkembang sampai ke wilayah pelosok, tapi sekarang ini listrik mengalami pemerataan dan tersebar luas. Ternyata, menggunakan listrik seperlunya turut membantu mengurangi pencemaran lingkungan. 

Selain mengurangi pencemaran lingkungan, menghemat listrik tentu saja mampu menghemat pengeluaran atau tagihan.

Okay guys! setelah mengetahui hal yang berkaitan dengan pencemaran lingkungan dan cara mengatasinya, maka hal selanjutnya yang dapat kita lakukan adalah melaksanakan dalam kehidupan kita melalui cara-cara tersebut. 

Untuk menjadi seorang pecinta alam, kita tidak harus naik gunung atau pergi ke pantai untuk menikmati keindahannya. Tapi dengan kita melakukan cara-cara sederhana yang saya jelaskan tadi maka selayaknya kita akan menikmati Bumi yang asri, indah dan nyaman untuk dihuni kedepannya. Cintailah lingkungan kita dan kurangi pencemaran mulai dari diri sendiri!

Semoga artikel ini dapat mengedukasi kalian dan utamanya kita bisa bersama-sama mencegah Pencemaran Lingkugan di Bumi kita tercinta ini.

Silakan dishare ke teman-teman, keluarga dan orang-orang terdekatmu ya. Thanks for reading! :D

0 komentar:

Posting Komentar

Rakhmat's Home Enjoy!