:::: MENU ::::

Selamat datang di Weblog pribadi saya. Semoga informasi yang saya berikan bermanfaat ya kawans!

  • Apakah Saat Ini Indonesia Siap Menjadi Pemain Utama Pada Industri Mobil Listrik Nasional?

  • Kontroversi Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) Di Indonesia

  • Harga BBM Naik: Inilah Alasan Kenapa Subsidi BBM Harus Dikurangi

  • 6 Hal Yang Terjadi Jika Kita Mengaktifkan Energi Nuklir Di Indonesia

  • 7 Sumber Utama Energi Masa Depan

  • Hal-Hal Yang Perlu Diketahui Tentang Program Listrik 35000 MW Era Pak Jokowi

  • Apakah Pembangkit Listrik Tenaga Bayu Efektif Jika Diterapkan Di Indonesia?

Sabtu, 28 Mei 2016

Saat ini pendidikan tampaknya menjadi sebuah kebutuhan penting bagi seseorang dalam mempersiapkan masa depan mereka. Sayangnya biaya pendidikan yang tinggi masih sering menjadi kendala bagi seseorang untuk melanjutkan ke jenjang lebih tinggi. Benar saja, pendidikan adalah sebuah investasi jangka panjang yang akan dirasakan oleh seseorang nantinya. Jadi tidak perlu heran jika saat ini perguruan tinggi menaikkan tuition fee-nya berdasarkan dari “Permintaan” untuk melanjutkan kuliah yang begitu besar.

Foto ini dikutip dari: http://royalpurplenews.com

#Lalu faktor apa saja yang membuat biaya kuliah ini secara signifikan meningkat?

1. High Demand, Low Supply, ya biaya kuliah naik.

Ini diakibatkan dari dasar Hukum Ekonomi yaitu “Supply and Demand”. Jika permintaan “Demand” untuk melanjutkan kuliah itu NAIK, maka ada 2 keputusan yang bisa diambil oleh pihak perguruan tinggi.

  • Meningkatkan “Supply” dengan cara menerima mahasiswa/i sebanyak-banyaknya, atau

  • Meningkatkan biaya kuliah.

Ketika sebagian besar universitas tidak bisa meningkatkan minat para siswa-siswi SMA untuk lanjut kuliah, maka otomatis perguruan tinggi akan memilih untuk meningkatkan biaya kuliah.

Untuk dapat mengerti lebih lanjut tentang fenomena ini, maka kita harus menyelidiki apa sih sebenarnya yang mempengaruhi permintaan “Demand” ini?

Ternyata ada 2 faktor lagi:

1. Perguruan tinggi menjanjikan prospek kerja yang baik dibanding lulusan SMA.

Saat ini para sarjana jelas lebih memiliki prospek kerja yang lebih baik ketimbang para lulusan SMA. Kepala BPS Suryamin menjelaskan, lulusan universitas yang menganggur mencapai 5,65% pada kuartal III/2014 dari sebelumnya 5,39% pada kuartal yang sama 2013. Sementara, lulusan SMA juga meningkat menjadi 11,24% dari sebelumnya 11,21%. Lulusan SMA juga menjadi penyumbang tingkat pengangguran terbuka terbanyak. Sehingga, generasi muda saat ini lebih tertarik untuk mengasah skill nya ke jenjang yang lebih tinggi dan kemudian mempengaruhi “Demand” yang menjadi semakin meningkat

Sudah menjadi impian banyak anak-anak SMA saat ini untuk bisa melanjutkan study ke jenjang yang lebih tinggi. Banyak sekali alasanya mulai dari ingin meningkatkan softskills, communication skills, hardskill (tergantung dari disiplin ilmunya), networking sampai hanya untuk gengsi-gengsian yang gak jelas. Yang penting kuliah. Ingat hukum ekonomi tadi, semakin tinggi Demand maka perguruan tinggi harus mengambil keputusan entah itu menambah kuota mahasiswa dan lupa dengan kualitas pelayanan pendidikanya, atau meningkatkan biaya kuliah.

2. Pemberian subsidi oleh pemerintah

Untuk membuat biaya kuliah di universitas lebih terjangkau, pemerintah saat ini gencar memberikan subsidi berupa Beasiswa, UKT, dsb. Tapi masalahnya adalah jika pemerintah memberikan subsidi maka tingkat konsumsi masyarakat juga akan meningkat, karena murah sehingga meningkatkan permintaan “Demand” pada jasa atau produk tertentu.

Apabila mahasiswa/i di subsidi kuliahnya agar biaya kuliah terjangkau, tapi ironisnya biaya kuliah menjadi tidak terjangkau kedepannya karena subsidi ini sifatnya hanya sementara dan sewaktu-waktu bisa dikurangi atau bahkan ditarik. Akibat dari subsidi ini adalah meningkatnya permintaan “Demand” untuk melanjutkan kuliah, ketika subsidi sudah tidak diterapkan lagi maka mau tidak mau perguruan tinggi harus meningkatkan biaya kuliah. 

Peningkatan biaya kuliah ini dilakukan karena universitas harus mengeluarkan/membayar banyak biaya seperti renovasi gedung, pemeliharaan gedung, perpustakaan, gedung olahraga dan pembiayaan infrastruktur lainnya. Sampai pihak perguruan tinggi juga harus membiayai staff administrasi yang baru direkrut untuk menanggapi pelayanan perguruan tinggi atas peningkatan jumlah mahasiswa-mahasiswi setiap tahunnya.

Jadi sekarang kita tahu bahwa ada 2 alasan utama kenapa biaya kuliah itu mahal. Sejujurnya penulis juga dilema dalam situasi seperti ini. Karena penulis sendiri harus membiayai kuliah sendiri, sedangkan tabungan yang penulis miliki saat ini sudah tidak cukup untuk membiayai kuliah penulis sepenuhnya.

Tapi, penulis tetap optimis. Segala upaya yang dilakukan dengan sungguh-sungguh pasti Allah SWT berikan hasil yang maksimal pula. Jadi tidak akan mengeluh, dan bagi kalian yang merasa kesusahan dalam segala situasi. Ingatlah.. segala masalah pasti ada solusinya, itu tergantung apakah kalian menyadari solusi tersebut ada di sekitar kalian atau tidak. 

Dan bagi kalian yang masih bisa dibiayai kuliah oleh orang-tua kalian, maka janganlah disia-siakan ya. Kuliah lah dengan penuh integritas dan dedikasi. 

Foto ini dikutip dari: http://geniusquotes.org/

Keep fighting on your dream!

 


0 komentar:

Posting Komentar

Rakhmat's Home Enjoy!