:::: MENU ::::

Selamat datang di Weblog pribadi saya. Semoga informasi yang saya berikan bermanfaat ya kawans!

  • Apakah Saat Ini Indonesia Siap Menjadi Pemain Utama Pada Industri Mobil Listrik Nasional?

  • Kontroversi Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) Di Indonesia

  • Harga BBM Naik: Inilah Alasan Kenapa Subsidi BBM Harus Dikurangi

  • 6 Hal Yang Terjadi Jika Kita Mengaktifkan Energi Nuklir Di Indonesia

  • 7 Sumber Utama Energi Masa Depan

  • Hal-Hal Yang Perlu Diketahui Tentang Program Listrik 35000 MW Era Pak Jokowi

  • Apakah Pembangkit Listrik Tenaga Bayu Efektif Jika Diterapkan Di Indonesia?

Sabtu, 14 Mei 2016

Hello guys!
Setelah beberapa bulan ini vakum nulis-nulis, akhirnya CAKMAT sekarang bisa kembali ke dunia kepenulisan. Bukan karena malas atau gak ada ide, tapi karena seabreknya tugas-tugas kampus dan kegiatan kemahasiswaan yg CAKMAT harus ikuti belakangan ini. Well, InsyaAllah cakmat bakal posting artikel-artikel baru setiap sabtu sore. Jadi apa tema kita minggu ini?? 

Tentang sampah plastik..

Apa kalian tahu bahwa Indonesia masuk dalam peringkat kedua di dunia sebagai penghasil sampah plastik ke Laut setelah Negara Tiongkok?

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menilai persoalan sampah sudah meresahkan. Hal tersebut berkaitan dengan data dari KLHK yang menyebutkan bahwa plastik hasil dari 100 toko atau anggota Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (APRINDO) dalam waktu satu tahun saja, sudah mencapai 10,95 juta lembar sampah kantong plastik. Jumlah itu ternyata setara dengan luasan 65,7 hektar kantong plastik atau sekitar 60 kali luas lapangan sepak bola.

Jika data tersebut hanya diambil dari 100 toko anggota dari APRINDO saja, bagaimana dengan toko-toko, perusahaan manufaktur, sampah rumah tangga lainnya? Jelas sekali, luasannya akan berkali-kali lipat dari dampak yang sudah dijelaskan sebelumnya.

#Lalu bagaimana cara mengatasi agar kondisi sampah plastik di Indonesia tercinta ini berkurang?

Jadi sebaiknya saya mulai dari apa yang saya lakukan terlebih dahulu sebelum mencoba untuk mengajak kalian untuk peduli dengan issue seperti ini.

Jadi beberapa waktu yang lalu, saya dan sejumlah teman dari kampus saya membuat semacam gagasan tertulis yang ditujukan ke dikti, yaitu PKM GT. Gagasan kami memiliki judul “Tempat Sampah Pemilah Otomatis: Logam Dan Non Logam“. 

#Jadi apa sih inti dari gagasan ini?

  1. Kami ingin masyarakat gak ribet dalam membuang sampah, karena dengan adanya sensor proximity sampah yang terbuang dipisah secara otomatis baik itu sampah logam dan non-logam. Sehingga, sampah yang sudah terpisah, bisa di reuse, recycle dan akhirnya kita bisa me-reduce kapasitas sampah tersebut.
  2. Kami ingin masyarakat menjadikan aktivitas pemilahan sampah sebagai kebiasaan, memilah sampah-sampah yang bisa didaur ulang dan dengan sampah yang susah untuk didaur ulang.
  3. Dan tentu saja kami ingin menumbuhkan rasa kepedulian masyarakat untuk cinta terhadap lingkungan sekitar dan mewujudkan Indonesia yang bersih dari sampah.



Contoh prototype Tempat Sampah Pemilah Otomatis: Logam dan Non Logam.

Untuk merealisasikan gagasan ini memang membutuhkan biaya yang tidak sedikit, karena saya saat ini adalah MAHAsiswa maka sudah menjadi ranahnya seorang MAHAsiswa dalam membuat suatu gagasan. Apabila memungkinkan kami juga ingin sekali mengimplementasikan gagasan tersebut jika di support oleh para stakeholders.

Foto ini dikutip dari: TRIBUN JOGJA/KHAERUR REZA

Langkah yang saya lakukan selanjutnya adalah Bersih Sampah di Pantai Parangtritis bersama Gerakan Kepanduan UNISI dan Relawan Rumah Zakat Jogja. Aksi ini kami lakukan pada tanggal 24 April yang lalu. Alhasil kami berhasil mengumpulkan sampah-sampah kedalam belasan trashbag. Iya memang melelahkan, tapi setidaknya kami melakukan aksi yang cukup nyata sebagai bentuk kepedulian kami terhadap lingkungan. Mari kita pikir, jika ada banyak orang-orang yang peduli seperti ini maka implikasinya Indonesia akan bersih dari sampah karena setiap masyarakatnya sudah anti dalam membuang sampah secara sembarangan. Tidak ada lagi banjir yang parah, tidak ada lagi kekumuhan dan setiap elemen masyarakat Indonesia akan hidup dengan nyaman, aman dan sehat karena terbebas dari gangguan sampah.

Masih banyak lagi aksi-aksi lainnya yang bisa kita lakukan dalam mengurangi kapasitas sampah di Indonesia khususnya. Itu semua akan tergantung dari gagasan, ide-ide kreatif dan kepedulian kalian terhadap lingkungan disekitar kalian. Sekali lagi karena kita MAHAsiswa, maka sudah menjadi ranahnya kita untuk memiliki pola pikir yang jelas tentang pengelolaan sampah. Gak usah mikir terlalu jauh-jauh, hal-hal simple seperti mengurangi konsumsi sampah plastik sehari-hari merupakan aktualisasi yang bisa kita lakukan kok..

Jika saya sudah melakukan aksi-aksi diatas dan InsyaAllah akan melakukan aksi-aksi lainnya dalam mengurangi sampah kedepannya. Bagaimana dengan aksi kalian?

0 komentar:

Posting Komentar

Rakhmat's Home Enjoy!