:::: MENU ::::

Selamat datang di Weblog pribadi saya. Semoga informasi yang saya berikan bermanfaat ya kawans!

  • Apakah Saat Ini Indonesia Siap Menjadi Pemain Utama Pada Industri Mobil Listrik Nasional?

  • Kontroversi Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) Di Indonesia

  • Harga BBM Naik: Inilah Alasan Kenapa Subsidi BBM Harus Dikurangi

  • 6 Hal Yang Terjadi Jika Kita Mengaktifkan Energi Nuklir Di Indonesia

  • 7 Sumber Utama Energi Masa Depan

  • Hal-Hal Yang Perlu Diketahui Tentang Program Listrik 35000 MW Era Pak Jokowi

  • Apakah Pembangkit Listrik Tenaga Bayu Efektif Jika Diterapkan Di Indonesia?

Jumat, 27 Januari 2017


Setelah mendengar kabar Bapak Rektor kami tercinta, Dr. Ir. Harsoyo, M.Sc. dan Bapak Wakil Rektor III UII, Dr. Abdul Jamil, S.H., M.H. menyatakan untuk mengundurkan diri karena merasa teledor atas meninggalnya tiga mahasiswa UII dalam acara 'Diksar The Great Camping ke 37' di kaki gunung lawu yang diselenggarakan oleh Mapala Unisi beberapa waktu yang lalu. Kami sebagai mahasiswa/I UII yang mencintai sosok pemimpin kami tersebut, tidak mau tinggal diam.

Saya dan beberapa teman saya yang saat ini sedang menjalani Student Exchange di Chulalongkorn University, Thailand merasa sangat sedih mendengar kabar tersebut. Perasaan ini kami rasakan karena Pak Harsoyo dan Pak Abdul Jamil memiliki peran penting dalam membantu kami dalam proses keberangkatan ke Thailand untuk meraih impian kami, yaitu “study abroad experiences”.

AKSI solidaritas Exchange Students UII di Chulalongkorn University, Thailand untuk mendoakan korban diksar Mapala UNISI, Rektor dan UII.
Kami yang tidak bisa ikut terjun langsung mengikuti segala bentuk aksi yang di adakan oleh teman-teman mahasiswa UII pada hari Jumat, 27 Januari 2017 ini, kami atas inisiatif sendiri juga mengadakan AKSI untuk mendoakan keluarga kami yang meninggal dunia agar amal dan ibadah mereka diterima di sisi Allah SWT, UII selalu dalam lindungan Allah SWT, serta kami berdoa agar semua masalah yang sedang di uji oleh Allah SWT untuk UII dapat segera dituntaskan. Karena kami yakin bahwa setelah kami melewati ujian ini, UII akan menjadi institusi pendidikan yang lebih baik, cemerlang dan lebih maju kedepannya. 

Bapak Rektor dan Wakil Rektor III UII adalah sosok pemimpin yang tidak rakus akan jabatan, mereka telah diberikan amanah untuk menjalankan tugas untuk melayani umat, mahasiswa/I, karyawan dan segenap keluarga besar UII. Sebagai seorang pelayan umat mereka telah memberikan yang terbaik kepada kami, bukan sebaliknya membiarkan kami menderita dan sengsara.
Kami telah menjadikan mereka itu sebagai pemimpin-pemimpin  yang memberi petunjuk dengan perintah Kami, dan telah Kami wahyukan kepada mereka  untuk senantiasa mengerjakan kebajikan, mendirikan shalat, menunaikan zakat, dan hanya kepada Kamilah mereka selalu mengabdi.(QS. Al-Anbiya’: 73).
Betapa besarnya hati Pak Harsoyo dan Pak Abdul Jamil ditengah-tengah kondisi mental pejabat kita yang semakin bobrok kualitas kepemimpinanya. Bagaimana tidak bobrok, jika ada pejabat yang terkena sanksi korupsi, seperti yang telah kita ketahui bersama bahwa mereka akan berusaha untuk menunda proses hukum, mencari kambing hitam untuk disalahkan atau bahkan “mencuci uang” mereka agar tidak terdeteksi oleh lembaga hukum kita. Kejadian ini sangat berbanding terbalik dengan sosok Bapak Rektor dan Wakil Rektor kami, mereka sudah paham betul arti dari “Leadership”. Sudah jelas sekali bahwa meninggalnya 3 keluarga kami, bukanlah kesalahan mereka secara langsung. Melainkan kesalahan oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab yang saat ini masih dalam proses hukum sampai ditemukan siapa saja pelakunya.

Pihak rektorat UII secara transparan dan akuntabel telah mempertanggungjawabkan peristiwa TGC ini, menyantuni mereka yang menjadi korban dan membentuk tim investigasi internal dengan cepat yang setiap hari disampaikan perkembangannya secara terbuka. Bahkan, terdapat pula nomor crisis center yang dapat dihubungi oleh pihak keluarga dan siapapun juga. Hal ini harusnya menjadi bukti akan keterbukaan Rektorat UII dalam menyelesaikan persoalan ini.

Sewajarnya kasus ini tidak serta merta hanya diemban oleh pihak rektorat UII saja, apalagi mengarah pada sosok Pak Rektor. Karena di UII diadopsi suatu sistem yang dikenal dengan istilah "Student Government" (SG). Dalam sistem SG ini ada yang namanya Keluarga Mahasiswa UII (KM UII) yang terdiri dari Lembaga Legislatif (selaku pemegang kuasa tertinggi), Lembaga Eksekutif (yang menjadi atap bagi Unit Kegiatan Mahasiswa/UKM), dan Lembaga Khusus (lembaga yang memiliki otoritas dalam mengatur rumah tangganya sendiri, Pasal 35 PDKM UII). LK di tingkat universitas terdiri dari; Lembaga Pers Mahasiswa HIMMAH, Mahasiswa Pecinta Alam UNISI, Koperasi Mahasiswa UII, dan Marching Band UII. Perlu kita ketahui, dalam sistem SG ini, kedudukan DPM U dengan Rektorat UII adalah sebagai mitra, bukan saling membawahi atau sebaliknya. Idealnya, atas peristiwa ini DPM U sebagai lembaga legislatif yang memegang kuasa tertinggi dalam KM UII yang mestinya pasang badan. Lalu kemana sosok ini sekarang? Baiklah, saya tidak ingin mendebatkan masalah ini. Karena nasi sudah menjadi bubur. Mari kita fokus kembali kepada sosok Pak Rektor dan Wakil Rektor III tercinta kami.

Mereka amanah, mereka arif dalam menjaga “Kami” mahasiswa UII untuk terus bisa melanjutkan impian kami sampai kami benar-benar menjadi lulusan yang dicita-citakan oleh para ulama dan para pendiri bangsa ini, menjadi lulusan yang Rahmatan lil alamin.

Kami segenap mahasiswa/I UII yang saat ini berada disegala penjuru dunia yang sedang belajar, volunteer dan mengikuti segala perlombaan skala International untuk mengharumkan dan akan kembali demi membangun bangsa ini, kami bangga kepada bapak. Jika ini memang keputusan bapak setelah melibatkan Allah SWT, demi fokus menuntaskan masalah ini sampai tuntas, maka kami akan mencoba untuk memaklumi keputusan tersebut dengan rasa penuh bangga. Bahwa kami dipimpin oleh pemimpin-pemimpin yang secara nyata mengajari kami apa itu arti “Leadership” yang sesungguhnya. InsyaAllah kami juga akan berusaha untuk menjaga nama baik UII dan menjadi generasi penerus bangsa yang membanggakan almamater dan Indonesia.

Kami berharap orang baik seperti beliau-beliau selalu berada di jalur pendidikan. Karena sejatinya, pendidikan yang baik adalah tentang murninya keinginan untuk berbagi pengetahuan.
Begitulah memang, Pemimpin yang baik selalu di sayang dan di rindukan bagi siapapun yang masih memiliki akal sehat. Kami menaruh hormat padamu, pak!


#saverektoruii #banggauii #savewarek3uii #uiiberprestasi

0 komentar:

Posting Komentar

Rakhmat's Home Enjoy!