:::: MENU ::::

Selamat datang di Weblog pribadi saya. Semoga informasi yang saya berikan bermanfaat ya kawans!

  • Apakah Saat Ini Indonesia Siap Menjadi Pemain Utama Pada Industri Mobil Listrik Nasional?

  • Kontroversi Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) Di Indonesia

  • Harga BBM Naik: Inilah Alasan Kenapa Subsidi BBM Harus Dikurangi

  • 6 Hal Yang Terjadi Jika Kita Mengaktifkan Energi Nuklir Di Indonesia

  • 7 Sumber Utama Energi Masa Depan

  • Hal-Hal Yang Perlu Diketahui Tentang Program Listrik 35000 MW Era Pak Jokowi

  • Apakah Pembangkit Listrik Tenaga Bayu Efektif Jika Diterapkan Di Indonesia?

Minggu, 20 Agustus 2017


Jika pada artikel kemarin ini kita sudah membahas tentang potensi energi panas bumi di Indonesia dimana Indonesia menyimpan 40% dari total kapasitas panas bumi di dunia tentu saja hal tersebut akan memiliki pro dan kontra. Di artikel sebelumnya saya sudah menjelaskan dampak negatif apabila kita tetap akan mengeksplorasi energi panas bumi, tapi ternyata energi panas bumi memiliki dampak positif yang begitu banyak juga.


Sekarang saya ingin mengajak kalian untuk berpikir, selain energi panas bumi, kira-kira sumber energi apa lagi yang sebaiknya kita eksplorasi untuk menggantikan ketergantungan energi Migas dan Fosil yang semakin hari cadangan energinya semakin menipis. Kemudian saya berpikir untuk mengkaji Energi Nuklir lebih dalam lagi. Karena jujur saja  saya masih terperangkap dengan stigma bahwa Energi Nuklir dapat memberikan dampak negatif, tanpa melihat dampak positifnya.


Skema Dalam PLTN
Sumber: https://vle.whs.bucks.sch.uk

Menurut  Laksda TNI Prof. Dr. Ir. Bijah Subijanto, MSIE dalam jurnalnya yang berjudul “Pemanfaatan  Energi Nuklir Untuk Pembangkit Listrik – Tinjauan dari Perspektif Intelijen” yang diterbitkan pada tahun 2004 yang lalu, ada sekitar 6 Alasan beliau yang saya pikir masih relevan hingga saat ini mengenai pemanfaatan energi nuklir di indonesia, yaitu:

1. Energi Nuklir Tidak Terlalu Berbahaya Seperti Yang Kita Bayangkan

Energi nuklir untuk pembangkit listrik telah digunakan oleh beberapa negara dan hanya sedikit saja kasus kecelakaan yang terjadi. Persentase penggunaan energi nuklir untuk pembangkit listrik dunia saat ini telah mencapai 24% dari total energi listrik dunia. Hal yang menarik adalah telah ditemukannya teknologi pengamanan bahan nuklir yang makin lama makin baik dan handal. Kendati demikian, masalah kekurangan supply energi listrik bukan saja dialami oleh negara-negara sedang berkembang seperti Indonesia, bahkan Amerika Serikat pun masih mengalami kesulitan dalam pemenuhan kebutuhan energi listriknya.

2. Energi Nuklir Ternyata Ramah Lingkungan

Penggunaan energi nuklir dan juga tenaga hidro-elektrik merupakan alternatif pembangkit listrik yang cukup ramah lingkungan, karena keduanya tidak menimbulkan gas karbondioksida, sehingga teknologi yang digunakannya dapat digolongkan teknologi yang telah matang. Seperti kasus di UK beberapa tahun yang lalu, kasus tersebut menjadi bukti bagaimana kematangan teknologi nuklir dibandingkan teknologi lain yang sejenis. Keputusan pemerintah UK pada saat itu adalah mengganti energi nuklir dengan energi gas ternyata terhalang oleh tingginya karbondioksida yang dihasilkan oleh teknologi gas tersebut, sehingga negara itu harus mempertimbangkan kembali peremajaan stasiun pembangkit tenaga nuklirnya.

3. Biaya Untuk Implementasi Energi Nuklir Tidak Mahal

Rusia, Jerman, dan Swedia merupakan contoh negara yang menggunakan tenaga nuklir untuk pembangkit listrik secara cukup sukses. Jikalau Indonesia juga sukses apabila mengimplementasikan energi nuklir untuk pembangkit listrik, maka kebutuhan listrik akan terpenuhi dan harga per-meternya pun diperkirakan akan menurun secara tajam. Apalagi setelah selesai di masa investasinya. Implikasinya adalah anggaran pengeluaran rumah tangga juga akan menurun, yang berakibat pada peningkatan daya beli masyarakat dan pabrik-pabrik makin efisien dan harga barang-barang hasil industri makin murah, sehingga mampu bersaing dengan negara lain.

4. Energi Nuklir Dapat Membuat Negara Pengguna Tidak Diperlakukan Semena-Mena oleh Negara-Negara Besar

Jika ditinjau dari aspek politik dan pertahanan, kepemilikan dan penguasaan teknologi nuklir secara meyakinkan untuk berbagai keperluan hidup masyarakatnya dapat meningkatkan daya mampu dan posisi tawar. Faktor ini merupakan hal yang sangat penting dalam menciptakan citra serta kewibawaan negara dan bangsa untuk menumbuhkan efek penangkalan. Beberapa negara mampu melakukan diplomasi secara efektif karena didukung dengan daya dan kemampuan  penangkalan yang tinggi. Contohnya seperti Korea Utara, India, Pakistan, Iran, dan Israel, yang membuat negara-negara besar harus berhitung jikalau menghadapi negara tersebut secara semena-mena.

5. Energi Nuklir Mendorong Masyarakat Lebih Tertib, Mandiri Dan Berkepribadian

Pendayagunaan teknologi nuklir untuk berbagai kebutuhan masyarakat terpaksa mendorong masyarakat yang bersangkutan untuk bertindak hati-hati, waspada, dan berperilaku teratur sesuai kaidah yang seharusnya. Hal ini secara tidak langsung dapat mendorong terwujudnya tradisi dan budaya maju dan tertib, dan juga berkembangnya kehidupan yang maju, mandiri, dan berkepribadian atas dasar rasionalitas terhadap keselamatan, keamanan, dan perdamaian bangsa.

6.Energi Nuklir Itu Efisien Untuk Pembangkit Tenaga Dan Daya Dorong Suatu Platform

Untuk menunjukkan betapa efisiennya  penggunaan teknologi nuklir untuk pembangkit tenaga dan daya dorong suatu platform tertentu, diberikan contoh kapal selam nuklir. Kapal selam bertenaga nuklir mampu meningkatkan kecepatan jelajahnya hamper 7 kali lipat dari kapal selam yang menggunakan bahan bakar minyak, dengan biaya operasi perjam sekitar 4 kali lebih rendah dari biaya operasi menggunakan bahan bakar minyak. Jikalau fenomena ini diberlakukan untuk semua bidang kehidupan, dapat dibayangkan betapa efisiensi total akan terbangun secara menakjubkan.

Setelah kita mengetahui alasan-alasan mengapa Energi Nuklir itu baik untuk diterapkan di Indonesia menurut perspektif Prof. Dr. Ir. Bijah Subijanto, MSIE dengan pendekatan dan tinjauan Intelijennya. Tapi ada beberapa tantangan akibat dari penggunaan teknologi nuklir untuk pembangkit listrik. 6 Tantangan yang ada antara lain:
  
1. Tantangan Politik, Bahan Nuklir, dan Limbah Yang Dihasilkannya

Tantangan utama dari pendayagunaan tenaga nuklir untuk berbagai upaya pemenuhan kebutuhan masyarakat, khususnya pembangkit listrik lebih didasarkan pada persepsi politik atas keberadaan bahan nuklir dan limbah yang dihasilkannya. Persepsi yang berkembang bahwa nuklir merupakan sesuatu yang sangat membahayakan masyarakat dan sesuatu yang sangat sulit dikendalikan. Oleh sebab itu, tantangan utama adalah memberikan pemahaman dan kesadaran semua pihak untuk menerima teknologi nuklir secara obyektif dan rasional.

2. Tantangan Transisi Sosial, Politik Dan Budaya Masyarakat Indonesia

Masa transisi sosial, politik, dan budaya masyarakat Indonesia mengakibatkan tatanan belum terbangun secara meyakinkan. Akibatnya, banyak lobang-lobang, sela-sela dan lipatan-lipatan sosial politik, dan hukum yang dengan sangat mudah dimasuki dan dimanfaatkan oleh golongan destruktif. Di sisi lain, masih banyak berkeliaran pelaku-pelaku kriminal transnasional, teroris, dan ekstrimis lainnya yang belum bisa dikelola dengan baik oleh aparat, pemerintah dan negara. Dari sekitar 800 alumni pendidikan akademi militer eks Afganistan dan Moro, baru sekitar 120-an yang dapat dikelola oleh aparat keamanan. Selebihnya masih tersebar di berbagai penjuru Indonesia. Meskipun tidak semua dari mereka itu jahat, tetapi sedikit di antara mereka telah melakukan berbagai tindak terorisme seperti pengeboman. GAM dan OPM masih belum tertangani secara maksimal, dan bukan tidak mungkin mereka selalu berusaha memanfaatkan setiap kelengahan yang ada untuk melakukan berbagai tindakan destruktif bagi kepentingan perjuangannya.

3. Tantangan Pola Media Masa Untuk Mendayagunakan Berbagai Potensi Bangsa

Media massa baik cetak maupun elektronik belum terpola secara maksimal untuk mendayagunakan berbagai potensi bangsa dan mencegah berbagai kerawanan yang mengintai bangsa. Hal seperti itu bukanlah suatu kesalahan, akan tetapi bisa mengurangi atau mungkin menyulitkan upaya sosialisasi pemahaman yang benar atas penggunaan energi nuklir untuk berbagai kepentingan masyarakat. Masih cukup banyak di antara kita yang sangat mudah berbicara tanpa perlu didukung dengan data yang cukup, apalagi akurat. Dan kalau itu yang dimengerti dan dipercayai masyarakat, berarti telah terjadi pembiasan dari kebutuhan obyektifnya.

4. Tantangan Tradisi, Perilaku dan Budaya Masyarakat Yang Cenderung Mencari Jalan Pintas dan Tidak Disiplin

Tradisi, perilaku, dan budaya masyarakat masih cenderung mencari jalan pintas dan mudah, kurang menghargai dan taat terhadap aturan dan hukum, serta tingkat disiplin nasional yang belum kondusif. Semuanya berpotensi membahayakan masyarakat banyak dan merugikan nilai obyektif teknologi dalam implementasi energi nuklir untuk pembangkit tenaga listrik dan kebutuhan lainnya. Manakala rekayasa sosial menuju masyarakat yang makin tertib dan makin berkualitas dalam kehidupannya, maka selama itu sulit mewujudkan impian pendayagunaan teknologi nuklir untuk kemaslahatan masyarakat luas.

5. Tantangan Kendala Alamiah Khususnya Bencana Alam

Berbagai peristiwa yang terduga seperti kerusuhan massal dan bencana alam selama lima tahun terakhir memberikan catatan yang memprihatinkan. Khususnya, bencana alam seperti banjir, gempa bumi, gunung berapi, dan lain sebagainya merupakan kendala alamiah yang patut dipertimbangkan secara cermat dalam merancang pembangunan stasiun pembangkit energi nuklir untuk berbagai kepentingan, terutama pembangkit listrik.

6. Tantangan Rantai Pasok Energi Nuklir



Jadi pertanyaan yang saya ingin ajukan kepada kalian apabila sudah membaca artikel saya ini, apakah kalian pikir energi nuklir itu bisa diterapkan di Indonesia?

#15HariCeritaEnergi supported by Kementerian ESDM Republik Indonesia




0 komentar:

Posting Komentar

Rakhmat's Home Enjoy!