:::: MENU ::::

Selamat datang di Weblog pribadi saya. Semoga informasi yang saya berikan bermanfaat ya kawans!

  • Apakah Saat Ini Indonesia Siap Menjadi Pemain Utama Pada Industri Mobil Listrik Nasional?

  • Kontroversi Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) Di Indonesia

  • Harga BBM Naik: Inilah Alasan Kenapa Subsidi BBM Harus Dikurangi

  • 6 Hal Yang Terjadi Jika Kita Mengaktifkan Energi Nuklir Di Indonesia

  • 7 Sumber Utama Energi Masa Depan

  • Hal-Hal Yang Perlu Diketahui Tentang Program Listrik 35000 MW Era Pak Jokowi

  • Apakah Pembangkit Listrik Tenaga Bayu Efektif Jika Diterapkan Di Indonesia?

Senin, 21 Agustus 2017


Pada generasi millennials sekarang ini, energi merupakan salah satu faktor utama untuk menggerakan kemajuan teknologi. Maksudnya, energi tersebut tidak memberikan dampak negatif terhadap kehidupan masyarakat dan lingkungan disekitarnya. Saat ini perusahaan-perusahaan, pemerintah dan institusi yang bergerak dalam konservasi energi sedang gencarnya melakukan penelitian untuk menemukan sumber energi terbarukan yang bersih dan pembangungan infrastrukturnya berdampak positif bagi lingkungan sekitar, serta lulus dari AMDAL (Laporan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan). Yang menjadi pemicu dengan gencarnya penelitian tersebut adalah faktor keuangan, penyesuaian peraturan-peraturan tentang konservasi energi, atau bahkan didorong atas dasar sebagai tanggung jawab sosial institusi tersebut. Lalu apa saja jenis-jenis Energi Terbarukan yang umum ada di kehidupan kita saat ini dan akan menjadi sumber utama energi masa depan?

1. Energi Panas Bumi (Geothermal)

Sumber: http://www.satuenergi.com
Seperti yang telah saya jelaskan pada artikel yang saya buat pada hari ke-2 dan ke-3 yang lalu tentang Cadangan Energi Indonesia Menipis, Saatnya Melek Energi Terbarukan! dan artikel 7 Fakta Dampak Negatif Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi Di Indonesia.

Pada artikel-artikel tersebut sudah jelas dikatakan bahwa Potensi Energi Panas Bumi di dunia yang bisa dimanfaatkan untuk kelistrikan mencapai 113 Giga Watt (GW), di mana 40%-nya dimiliki Indonesia sebesar 29 GW. Secara harfiah, Energi Panas Bumi merupakan salah satu energi terbarukan yang dihasilkan dari Panas Bumi itu sendiri. Panas tersebut dapat bersumber dekat permukaan bumi atau dari bebatuan yang terpanaskan oleh sinar matahari dan penampung air panas yang ada di bawah kaki kita.

Energi Panas Bumi dapat menjadi solusi untuk industri-industri komersial dalam skala besar, atau jenis-jenis bisnis yang berkelanjutan lainnya. Penggunaan Energi Panas Bumi secara langsung ini dapat meliputi:
  1. Memanaskan gedung-gedung perkantoran atau pabrik di saat musim dingin
  2. Membantu dalam pertumbuhan tanaman didalam rumah kaca.
  3. Memanaskan air didalam pemancingan ikan.
  4. Membantu berbagai proses Industri (contohnya: pasteurisasi susu)

Selain itu Energi Panas Bumi juga dapat dimanfaatkan dalam banyak hal. Untuk dijadikan sebagai referensi, kalian dapat temukan informasi selengkapnya dengan membaca artikel pada link Sumber Energi Panas Bumi 1 dan link Sumber Energi Panas Bumi 2.

2. Bioenergi (Bioenergy)

Sumber: http://www.eubioenergy.com

Menurut HM. Syaiful M. Maghsri, Pengertian Bioenergi adalah suatu daya intensitas (ada terus-menerus) yang menyusupi setiap struktur anatomis dari semua benda, termasuk atmosfir disekitar kita. Bioenergi merupakan sesuatu yang alamiah di alam semesta ini dan bioenergi juga terdapat dalam tubuh manusia, didalam udara yang kita hirup, termasuk sinar matahari, air, tanah dan berbagai benda yang ada di alam semesta ini. Jadi, Bioenergi adalah kekuatan atau energi hidup dan dari energi hidup asal inilah Allah menciptakan jagad raya dan seisinya.

Meskipun bioenergy menghasilkan jumlah karbon dioksida yang sama dengan bahan bakar fosil, tanaman yang menjad sumber bioenergi akan menjadi biomassa yang sejatinya dapat menghapus CO2 dalam jumlah yang sama di atmosfer, sehingga dampak lingkungan kedepannya akan menjadi netral.

Ada beberapa sistem yang digunakan untuk menghasilkan jenis listrik mulai dari pembakaran biomassa secara langsung untuk menangkap dan menggunakan gas metana yang dihasilkan oleh dekomposisi alami bahan organik. Contoh implementasinya, Bioenergi dapat dijadikan biofuel seperti etanol atau biodiesel yang nantinya dapat digunakan pada kendaraan-kendaraan.

Untuk mengetahui apa itu Bioenergi lebih dalam lagi, mungkin kalian bisa baca artikel pada link Sumber Bioenergi 1 dan link Sumber Bioenergi 2.

3. Energi Hydroelectric

Sumber: https://www.thegreenage.co.uk

Energi hidroelectric dapat saya analogikan kasusnya sebagai berikut:
Ada sebuah sungai yang punya aliran air yang sangat deras atau bisa juga dengan air terjun, lalu kekuatan air ini dimanfaatkan untuk memutar roda penggilingan, atau turbin dan kemudian menghasilkan tenaga "Listrik". Maka hasil dari tenaga ini disebut dengan "Hydroelectric" tadi.
Analogi tentang Hydroelectric diatas juga dikenal sebagai “Pembangkit Listrik Tenaga Air” yang dilakukan dengan cara dipompa, dimana siklus aliran air diantara penampung bagian bawah dan atas dijadikan pembangkit listrik.


Penggunaan langsung hydroelectric secara alami itu tergantung pada lokasi geografis, maka perlu dipikirkan dimana daerah yang memiliki sumber air yang aliran arusnya kuat untuk dijadikan sumber hydroelectric. Micro-hydroelectric dapat digunakan untuk mengalirkan listrik ke operasi peternakan dan perkebunan.

Lebih jauh tentang Hydroelectric, dapat kalian baca pada Sumber Hydroelectric 1 dan Sumber Hydroelectric 2.

4. Energi Hydrogen

Sumber: https://ourworld.unu.edu

Dibandingkan semua energi terbarukan seperti yang saya sebut di atas, Hidrogen memiliki beberapa keunggulan antara lain; bahan bakar hidrogen bersifat mobil seperti bahan bakar fosil yang kita kenal selama ini. Bedanya, tidak seperti bahan bakar fosil, pembakaran hidrogen tidak menyebabkan polusi karbon.

Ketika terbakar, hidrogen melepaskan energi berupa panas dan menghasilkan air sebagai bahan buangan (2H2 + O2 —> 2H2O). Sama sekali tidak mengeluarkan karbon. Jadi penggunaan hidrogen sebagai bahan bakar sangat membantu mengurangi polusi Karbon Dioksida dan juga Karbon Monoksida sehingga sekaligus mengurangi efek rumah kaca (meskipun pembakaran hidrogen juga menghasilkan polutan berupa Nitrogen Oksida dalam jumlah kecil).

Hidrogen juga dapat diproduksi pada kondisi tertentu oleh beberapa alga dan bakteri yang memanfaatkan sinar matahari sebagai sumber energi. Hidrogen cair telah digunakan untuk meluncurkan pesawat ruang angkasa dan roket lainnya ke orbit sejak tahun 1950an.
Dibanding bahan bakar fosil yang umum kita gunakan selama ini, Bensin dan solar, pemakaian hidrogen sebagai bahan bakar jauh lebih efektif dalam pembakaran. Contoh penggunaan Hidrogen adalah pada kendaraan bermotor bertenaga listrik dengan sel bahan bakar hidrogen.

Untuk lebih lengkapnya tentang informasi Hidrogen, silakan kunjungi link Sumber Energi Hidrogen 1 dan Sumber Energi Hidrogen 2.

5. Energi Laut (Ocean Energy)

Sumber: http://www.oceanenergy.ie/

Energi ini selanjutnya dibagi menjadi 4 kategori dengan dua kategori utama yaitu Energi Gelombang Laut dan Energi Pasang Surut. Energi laut merupakan energi yang dihasilkan dari samudera dan laut, dan tentu saja merupakan sumber energi hijau terbarukan karena metode dan teknologi yang digunakan untuk menangkap tenaga gelombang dan pasang surut tidak menghasilkan emisi CO2. Kita akan melihat beberapa fakta mengenai energi laut sehingga kita bisa memahami dengan angka dan fakta mengenai manfaat dari energi terbarukan ini. Saat ini ada 4 jenis atau subkategori energi laut:
  1. Energi Gelombang Laut: berasal dari energi kinetik angin yang menyebabkan terjadinya gelombang lautan.
  2. Energi Pasang Surut: berasal dari pasang surut yang disebabkan oleh gaya gravitasi dari matahari dan bulan.
  3. Energi Gradien Salinitas: energi yang diambil dari perbedaan salinitas antara air asin laut dan air tawar dari sungai.
  4. Konversi energi termal lautan (OTEC): berasal dari perbedaan suhu antara permukaan dan dasar lautan.

Energi laut adalah sumber energi terbarukan yang statusnya masih bayi bila dibandingkan dengan sumber energi terbarukan lainnya, tetapi memiliki potensi besar karena 70% dari permukaan bumi ditutupi oleh lautan. Potensi teoritis energi laut diperkirakan berada di sekitar 1.8TW untuk pengetahuan dan teknologi saat ini.

Untuk mengetahui tentang energi jenis ini, kalian dapat baca selengkapnya pada link Sumber Energi Laut 1 dan Sumber Energi Laut 2.

6. Energi Matahari (Solar Cell)

Sumber: http://energyinformative.org

Solar cell merupakan pembangkit listrik yang mampu mengkonversi sinar matahari menjadi arus listrik. PLTS atau lebih dikenal dengan sel surya (sel fotovoltaik) akan lebih diminati karena dapat digunakan untuk berbagai keperluan yang relevan dan di berbagai tempat seperti perkantoran, pabrik, perumahan, dan lainnya.. Energi matahari sesungguhnya merupakan sumber energi yang paling menjanjikan mengingat sifatnya yang berkelanjutan (sustainable) serta jumlahnya yang sangat besar. Matahari merupakan sumber energi yang diharapkan dapat mengatasi permasalahan kebutuhan energi masa depan setelah berbagai sumber energi konvensional berkurang jumlahnya serta tidak ramah terhadap lingkungan.

Di Indonesia yang merupakan daerah tropis mempunyai potensi energi matahari sangat besar dengan insolasi harian rata-rata 4,5 - 4,8 KWh/m²/ hari. Akan tetapi energi listrik yang dihasilkan sel surya sangat dipengaruhi oleh intensitas cahaya matahari yang diterima oleh sistem.

Untuk mengenal lebih jauh tentang Solar Cell, silakan kunjungi link Sumber Solar Cell 1 dan Sumber Solar Cell 2.

7. Energi Angin (Wind Energy)

Sumber: www.treehugger.com

Tahukah Kalian bahwa energi angin telah dimanfaatkan banyak orang sejak awal sejarah. Pada awal 5000 SM sudah banyak orang yang memanfaatkan energi angin untuk mendorong perahu di sepanjang Sungai Nill. Tak hanya itu saja, pada 200 SM China sudah memanfaatkan kincir angin sederhana untuk memompa air. Sedangkan kincir angin sumbu vertikal dengan latar buluh tenun digunakan untuk menggiling biji-bijian di Persia dan juga Timur Tengah.

Pemanfaatan dari energi angin muncul karena energi angin ini tersedia secara alami di alam tanpa ada batas habisnya. Karena itulah, tentunya energi angin ini pasti memiliki manfaat seperti eneri alam lainnya, seperti energi panas bumi, batubara, fosil bahkan energi nuklir. Dengan memanfaatkan energi dari alam ini, tentunya penggunaannya tidak akan merusak alam karena terjadinya pergerakan angin terjadi secara alamiah.

Saat ini Denmark menjadi negara bertenaga angina terbesar di dunia selama 2 tahun berturut-turut. Denmark memproduksi 42 persen listriknya dari tenaga angin di tahun 2015.  Menurut Energinet, perusahaan utilitias di Denmark, jumlah ini merupakan proporsi tertinggi yang pernah dicapai oleh negara.

Di Indonesia, Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) belum dikembangkan secara maksimal. PLTB pertama di Indonesia berkapasitas sebesar 50 MW terletak di Samas, Kabupaten Bantul, Yogyakarta. 

Di kawasan pesisir di Indonesia, selain digunakan untuk pembangkit tenaga listrik, energi angin juga digunakan sebagai penggerak baling-baling untuk penggerak pompa air. Pompa air ini digunakan para nelayan untuk membudidayakan beberapa komoditas air, seperti ikan kerapu, mutiara dan lainnya. Manfaat angin sebagai energi alternatif juga dapat dirasakan di bidang pertanian.

Terbukti pada beberapa kawasan pertanian di Indonesia telah menggunakan energi angin untuk sistem pengairan atau irigasi sawah, sehingga dapat memangkas biaya untuk irigasi. Pemanfaatan energi angin sangat dianjurkan karena energi ini tersedia langsung oleh alam dan tidak dapat habis selama masih ada matahari, air dan udara di bumi. Lalu, pemanfaatan dari ketersediaan energi angin ini bisa ditemui dimana saja. Sehingga, jika masyarakat mampu memperdayakan energi angin di setiap daerahnya, maka masing-masing daerahnya dapat mendapatkan energi terbarukan untuk kebutuhan sehari-harinya.

Untuk mengetahui lebih jauh tentang Energi Angin, silakan kunjungi link Sumber Energi Angin 1 dan Sumber Energi Angin 2

Sebenarnya, jika potensi yang ada sungguh-sungguh dimanfaatkan dan dikembangkan, Indonesia bisa mengikuti jejak Denmark untuk beralih ke sumber energi terbarukan. Dilansir dari situs EBTKE ESDM, potensi panas bumi kita mencapai 28.8 MW, tenaga matahari 112 GW, hidro dan minihidro 75 GW, energi berbasis bayu memiliki potensi 950 MW, sedangkan biofuel dan biomassa memiliki potensi yang amat besar, sekurang kurangnya 60GW.

#15HariCeritaEnergi bersama Kementerian ESDM Republik Indonesia


0 komentar:

Posting Komentar

Rakhmat's Home Enjoy!