:::: MENU ::::

Selamat datang di Weblog pribadi saya. Semoga informasi yang saya berikan bermanfaat ya kawans!

  • Apakah Saat Ini Indonesia Siap Menjadi Pemain Utama Pada Industri Mobil Listrik Nasional?

  • Kontroversi Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) Di Indonesia

  • Harga BBM Naik: Inilah Alasan Kenapa Subsidi BBM Harus Dikurangi

  • 6 Hal Yang Terjadi Jika Kita Mengaktifkan Energi Nuklir Di Indonesia

  • 7 Sumber Utama Energi Masa Depan

  • Hal-Hal Yang Perlu Diketahui Tentang Program Listrik 35000 MW Era Pak Jokowi

  • Apakah Pembangkit Listrik Tenaga Bayu Efektif Jika Diterapkan Di Indonesia?

Selasa, 22 Agustus 2017


Pada Artikel ini, saya telah membahas tentang potensi sumber energi di masa depan, dimana dari semua jenis energi tersebut adalah Energi Terbarukan. Konsep energi terbarukan mulai dikenal pada tahun 1970-an, sebagai upaya untuk mengimbangi pengembangan energi berbahan bakar nuklir dan fosil. Definisi paling umum adalah sumber energi yang dapat dengan cepat dipulihkan kembali secara alami, dan prosesnya berkelanjutan. Dengan definisi ini, maka bahan bakar nuklir dan fosil tidak termasuk di dalamnya.

Sedangkan Energi tak terbarukan adalah energi yang diperoleh dari sumber daya alam yang waktu pembentukannya sampai jutaan tahun. Dikatakan tak terbarukan karena apabila sejumlah sumbernya dieksploitasikan, maka untuk mengganti sumber sejenis dengan jumlah sama, baru mungkin atau belum pasti akan terjadi jutaan tahun yang akan datang. Hal ini karena, disamping waktu terbentuknya yang sangat lama, cara terbentuknya lingkungan tempat terkumpulkan bahan dasar sumber energi inipun tergantung dari proses dan keadaan geologi saat itu.

Maka berikut ini adalah sejumlah contoh Energi Tak Terbarukan yang sampai saat ini masih digunakan di dunia industri yang dikomersilkan:

1. Batubara

Sumber: http://www.majalahpajak.net/

Energi batubara merupakan bentuk energi yang alami dan datang langsung dari Bumi. Batubara adalah sumber alami yang penting untuk menciptakan suatu energi dan awalnya dikembangkan dari tanaman dan kehidupan vegetatif yang telah terkubur dalam kerak bumi selama jutaan tahun yang lalu.

Jika digunakan terlalu banyak, suatu hari kita akan kehabisan batubara. Saat ini energi batubara paling sering digunakan untuk produksi listrik dan berfungsi sebagai bahan bakar pokok untuk produksi baja dan semen. Kelemahan terbesar dari energi jenis ini adalah bahwa itu bukan bahan bakar bersih, batubara dapat menghasilkan sejumlah besar polutan dan gas rumah kaca.

Dengan tingkat produksi saat ini (dan apabila cadangan baru tidak ditemukan), cadangan batubara global diperkirakan habis sekitar 112 tahun ke depan. Cadangan batubara terbesar ditemukan di Amerika Serikat, Russia, Republik Rakyat Tiongkok (RRT), dan India.

Walaupun kesadaran global telah dibangun untuk mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil, perkembangan sumber energi terbarukan tidak menunjukkan indikasi bahwa ketergantungan pada bahan bakar fosil (terutama batubara) akan menurun secara signifikan dalam waktu dekat, sehingga batubara terus menjadi sumber energi vital. Kendati begitu, teknologi batubara bersih dalam pertambangan batubara akan sangat diperlukan di masa mendatang (sebagian karena faktor komersil) dan Indonesia diharapkan akan terlibat secara aktif di dalam proses tersebut sebagai salah satu pelaku utama di sektor pertambangan batubara. 

Teknologi batubara bersih ini difokuskan untuk mengurangi emisi yang dihasilkan oleh pembangkit listrik bertenaga batubara namun teknologi ini belum berkembang cukup baik. Kegiatan-kegiatan hulu yang terkait dengan pertambangan batubara, seperti pengembangan waduk-waduk coalbed methane (CBM) yang potensinya banyak dimiliki oleh Indonesia, telah mulai mendapatkan perhatian belakangan ini. (Sumber)

2. Minyak Bumi

Sumber: http://kisahasalusul.blogspot.com/

Minyak bumi adalah campuran berbagai macam senyawa hidrokarbon yang terdapat dalam lapisan batuan dan dapat diekstrak untuk keperluan bahan bakar. Minyak bumi berasal dari bahan bakar fosil yang terendapkan di dalam batuan sedimen. Bahan bakar fosil adalah sisa jasad renik, mikroorganisme dan tumbuhan yang telah mati jutaan tahun yang lalu dan mengendap di kedalaman bumi, sebelum masa dinosaurus menempati bumi. Proses pembentukan minyak bumi ini dipengaruhi oleh cuaca dan kondisi bumi yang berubah-ubah. 

Selain manfaatnya sebagai bahan bakar, minyak bumi dengan rantai panjang juga dapat diolah untuk menghasilkan produk kebutuhan manusia seprti plastik polimer, PVC (polivinil klorida), dan gabus/busa. 

Minyak bumi ini telah kita gunakan dalam industri-industri sejak era revolusi industri. Padahal hingga saat ini kita tidak dapat memproduksi minyak bumi (energi tak terbarukan). Artinya, jika tren penggunaan bahan bakar ini terus meningkat, suatu saat manusia akan kehabisan energi minyak bumi.

Bagaimanapun, saat ini minyak bumi menjadi semakin langka dan sulit untuk diperoleh. Selain semakin sulitnya memperoleh minyak bumi, pembakaran minyak bumi juga menimbulkan beberapa dampak buruk pada lingkungan. Saat proses pembakaran, Minyak bumi juga dapat menghasilkan sejumlah besar polutan dan gas rumah kaca. (Sumber 2)

3. Gas Alam

Sumber: https://www.inforexnews.com/futures-gas-alam-lebih-rendah/

Gas alam yang memiliki komponen dasar berupa metana ini terbentuk dari sisa-sisa makhluk hidup baik tumbuhan maupun hewan yang mengendap jauh di bawah kerak bumi. Tekanan yang besar di lapisan dalam bumi dan suhu yang tinggi membuat sisa-sisa komponen lingkungan ini mengalami proses alami yang pada akhirnya menghasilkan batu bara, minyak bumi dan gas alam.

Gas alam adalah hidrokarbon dengan pembakaran paling bersih yang menghasilkan sekitar setengah emisi karbon dioksida (CO2) dan hanya sepersepuluh polutan udara batubara yang dibakar untuk membangkitkan listrik. Pembangkit listrik tenaga gas membutuhkan waktu yang lebih sedikit untuk dinyalakan dan dimatikan dibandingkan pembangkit listrik tenaga batubara. Fleksibilitas ini menjadikan gas alam mitra yang baik bagi sumber-sumber energi terbarukan seperti tenaga surya dan angin, yang hanya tersedia jika matahari bersinar dan angin berhembus.

Selain itu, gas alam juga banyak dimanfaatkan sebagai sumber energi alternatif karena sifatnya yang ramah lingkungan. Ketika digunakan sebagai bahan bakar, emisi gas alam yang membumbung ke udara tidak akan bertahan lama di atmosfer sehingga relatif tidak membawa dampak yang signifikan pada kerusakan ozon.

Sumber energi gas alam biasanya dipasarkan dalam dua bentuk. Pertama, LNG (Liquefied Natural Gas) yang komposisinya didominasi oleh metana dan etana. Selain itu ada pula LPG (Liquefied Petroleum Gas) yang komposisinya didominasi oleh propana dan butana. LPG ini yang sering digunakan untuk kebutuhan memasak sehari-hari kita.

Sebagai sumber energi tak terbarukan yang harus dibentuk dari proses alami yang sangat panjang, bahkan sampai ribuan dan jutaan tahun, alangkah baiknya jika sebagai warga negara Indonesia, kita ikut menjaga kekayaan gas alam di bumi pertiwi. (Cara Pelestarian Gas Alam)

Salah satu langkah yang tepat untuk dilakukan dalam rangka menjaga kekayaan gas alam Indonesia agar dapat dinikmati lebih lama oleh generasi penerus kita adalah dengan menghemat penggunaan bahan bakar LPG yang merupakan gas alam berbentuk cair. Sumber 3

4. Nuklir

Sumber: http://news.liputan6.com/read/2234651/5-tragedi-nuklir-terparah

Energi Nuklir merupakan energi hasil dari sebuah proses kimia yang dikenal dengan reaksi fisi dan reaksi fusi pada sebuah inti atom. Sudah berpuluh tahun manusia memanfaat potensi energi yang dihasilkan dari reaksi fisi (pembelahan) inti uranium dan plutonium. Penemuan ini juga berasal dari coba-cobanya para ilmuan menembakkan neutron ke inti untuk mendapatkan inti baru, namun  pada beberapa inti berat hal itu menyebabkan inti menjadi pecah (terbagi) sekaligus melepaskan neutron lain yang konsekuensinya menimbulkan panas disekitarnya. 

Panas ini kemudian di ambil dengan menempatkan reaksi tersebut didalam air, air yang panas tadi dimanfaatkan untuk menggerakkan turbin. Untuk bagian turbinnya hampir sama dengan Pembangkit Listrik Tenaga Uap. Namun selain panasnya yang diambil, neutron yang lepas ini juga dimanfaatkan untuk banyak hal, seperti untuk mengukur dimensi dari suatu zat, untuk memutasikan tumbuhan agar didapatkan bibit unggul dan lain sebagainya.

Penemuan nuklir merupakan salah satu penemuan besar dalam perkembangan ilmu pengetahuan. Sejak dikembangkannya reaktor nuklir oleh Enrico Fermi, semakin banyak teknologi baru yang tercipta dari teknologi nuklir serta pemanfaatan radiasi dari teknologi nuklir yang tidak hanya membahayakan tetapi juga dapat memberi manfaat yang dapat dirasakan secara langsung oleh manusia.

Dalam aplikasinya, nuklir bisa dimanfaatkan untuk kedokteran, pertanian dan peternakan, hidrologi, industri, serta pangan. Dalam dunia medis, pengaplikasian teknologi nuklir dapat dimanfaatkan untuk diagnosa. Radioisotop merupakan bagian yang sangat penting pada proses diagnosis suatu penyakit. Dengan bantuan peralatan pembentuk citra (imaging devices) dengan memanfaatkan instrumen yang disebut dengan SPECT  (Single Photon   Emission Computed Tomography)

Manfaat lain dari teknologi nuklir dalam dunia kesehatan adalah terapi radiasi. Penggunaan radioisotop di bidang pengobatan yang paling banyak adalah untuk pengobatan  kanker,  karena  sel  kanker sangat  sensitif  terhadap   radiasi.

Masyarakat kedokteran menggunakan radioisotop Radium untuk pengobatan kanker dan lebih dikenal dengan brakiterapi. Sedangkan para pakar seringkali menyebut aplikasi untuk terapi sumber radioisotop terbuka ini disebut sebagai endoradioterapi.

Pada awal penemuannya, nuklir dibuat bukan dengan tujuan untuk menciptakan senjata pemusnah massal seperti senjata nuklir, akan tetapi terjadi penyimpangan dalam pemanfaatan penemuan tersebut oleh manusia. Senjata nuklir adalah senjata yang mendapatkan tenaga dari reaksi nuklir dan mempunyai daya pemusnah yang dahsyat, sedangkan bom atom merupakan salah satu tipe senjata nuklir dimana penghasil energi ledakannya hanya berasal dari proses reaksi fisi. Lain halnya dengan bom hidrogen yang memperoleh energi ledakan dari proses reaksi fusi tak terkendali.

Pemanfaatan nuklir melalui pengoperasian reaktor nuklir juga sangat membahayakan dan mengancam keselamatan jiwa manusia jika terjadi kebocoran nuklir dan menyebabkan radiasi. Hal tersebut dapat terjadi karena kesalahan manusia (human error). Jangkauan radiasi nuklir akibat kebocoran tersebut dapat menyebar luas dan berakibat fatal bagi lingkungan dan makhluk hidup yang terkena radiasinya. Radiasi yang diakibatkan oleh reaktor nuklir ini ada dua macam. Yang pertama adalah radiasi langsung yaitu radiasi yang terjadi bila radioaktif yang dipancarkan mengenai langsung kulit atau tubuh manusia. Kedua, radiasi  tak  langsung.  Radiasi  tak  langsung  adalah  radiasi  yang  terjadi   lewat makanan dan minuman yang tercemar zat radioaktif, baik melalui udara, air, maupun media lainnya. Sumber 4

Untuk informasi lebih jauh tentang Energi Nuklir, kalian masih dapat baca artikel saya sebelumnya via link ini: http://www.cakmat.com/2017/08/15HariCeritaEnergiDay4.html

5. Biomassa

Sumber: https://si-nergi.id/mengenal-energi-biomassa/

Biomassa (bahan bakar hayati/nabati) merupakan produk fotosintensis, yaitu butir-butir hijau daun yang dihasilkan klorofil yang bekerja sebagai semacam sel-sel surya, menyerap energi matahari dan mengonversi karbon dioksida menjadi suatu senyawa karbon, hidrogen, dan oksigen. Senyawa ini dapat dipandang sebagai suatu penyerapan energi yang dapat dikonversi menjadi suatu produk lain, misalnya arang/karbon, alkohol kayu, dan lain-lain.

Menurut Website BBCEnergi biomassa dihasilkan dari pembusukan tanaman atau kotoran hewan. Selain itu, biomassa juga dapat diartikan sebagai bahan organik yang dibakar untuk memproduksi energy. Contohnya untuk menghasilkan panas atau listrik. Setelah dicampurkan dengan bahan kimia, maka campuran tersebut bisa digunakan sebagai bahan bakar pada mesin diesel.

Sebenarnya biomassa adalah bentuk energi terbarukan karena diperoleh dari sumber-sumber yang dapat diproduksi lagi. Hal ini karena sumber utama biomassa (tumbuhan) berlimpah di alam dan dapat terus tumbuh, serta limbahnya (dalam bentuk daun kering, cabang mati, dll) tersedia terus-menerus.
Namun ketika dibakar, energi jenis ini mengeluarkan polutan atmosfer, termasuk gas rumah kaca. Jika tanaman-tanaman di dunia ini tidak ditanam kembali, maka biomassa adalah sumber energi yang tidak terbarukan. Sumber 5
6. Kayu Bakar
Sumber: https://bambies.wordpress.com/2016/04/23/pohon-hijau-dan-sumber-bbm/
Salah satu usaha yang dapat dilakukan untuk mengatasi masalah semakin minimnya bahan bakar fosil sebagai sumber energy utama saat ini adalah dengan menggalakkan penggunaan kayu sebagai sumber energy, terutama untuk pabrik dan masyarakat golongan bawah. 
Energi biomassa, khususnya kayu bakar, masih merupakan sumber energi dominan bagi masyarakat pedesaan yang pada umumnya berpenghasilan rendah. Diperkirakan 50% penduduk Indonesia menggunakan kayu bakar sebagai sumber energi dengan tingkat konsumsi 1,2 m3/orang/tahun. Selain itu, sekitar 80% sumber energi masyarakat pedesaan diperoleh dari kayu bakar (Departemen ESDM, 2005), khususnya untuk memasak.
Hal ini menuntut Kementrian Lingkungan & Kehutanan untuk proaktif memfasilitasi dan mensosialisasikan energi biomassa secara luas kepada masyarakat. Jika tidak dilakukan, kemungkinan akan menimbulkan ancaman peningkatan degradasi hutan akibat pengambilan kayu yang tidak memperhatikan asas kelestarian seperti yang telah terjadi pada hutan-hutan muda yang dikelola Perhutani di Jawa. Sehingga energi yang bersumber dari kayu ini, jika setelah digunakan tidak ada upaya untuk di tanam kembali, maka kayu ini akan menjadi energi tak terbarukan kedepannya. (Sumber 6)
Jadi, walaupun Sumber Energi Tak Terbarukan yang disebut didalam artikel ini kapasitasnya semakin menipis, tidak ada salahnya kita menghemat konsumsi energi-energi tersebut. Apalagi untuk Biomassa dan Kayu Bakar, kedua jenis Energi ini dapat digolong renewable dan non-renewable energy, dimana jika kedua energi ini tidak di rawat dan ditanam kembali di bumi.. maka secara jelas energi tersebut akan menjadi tak terbarukan. 
#15HariCeritaEnergi bersama Kementerian ESDM Republik Indonesia

3 komentar:

  1. yang terbaru namun belum begitu dikembangkan penemuan salah satu siswa smp di indonesia , sumber listrik dari pohon kedongdong, yang ini apakah udah bisa disebut sebagai energi terbarukan jg gk kak?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya itu bisa dikatakan sebagai energi terbarukan apabila pohon kedondong itu sewaktu di proses untuk produce listrik, ketersediaan pohonnya gak lama nunggunya gitu untuk tumbuh lagi.

      Tapi kalo tumbuhnya lamaaa.. itu dikategorikan sebagai non-renewable energy.

      Kayaknya penemuan anak itu diadopsi dari biomassa gitu ya, menciptakan energi listrik dari nabati dan tumbuh2an. Nah, biomassa inilah yg dikategorikan sebagai Energi terbarukan (ketik resourcenya cepet tumbuh lagi), kalo gak available.. jadi Energi tak terbarukan deh.

      Hapus
  2. Halo mas rakhmat, terimakasih sudah sharing info yg bermanfaat.. salam kenal !

    BalasHapus

Rakhmat's Home Enjoy!