:::: MENU ::::

Selamat datang di Weblog pribadi saya. Semoga informasi yang saya berikan bermanfaat ya kawans!

  • Apakah Saat Ini Indonesia Siap Menjadi Pemain Utama Pada Industri Mobil Listrik Nasional?

  • Kontroversi Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) Di Indonesia

  • Harga BBM Naik: Inilah Alasan Kenapa Subsidi BBM Harus Dikurangi

  • 6 Hal Yang Terjadi Jika Kita Mengaktifkan Energi Nuklir Di Indonesia

  • 7 Sumber Utama Energi Masa Depan

  • Hal-Hal Yang Perlu Diketahui Tentang Program Listrik 35000 MW Era Pak Jokowi

  • Apakah Pembangkit Listrik Tenaga Bayu Efektif Jika Diterapkan Di Indonesia?

Tulisan dibawah ini merupakan deskripsi diri saya yang telah saya tulis tahun 2010 yang lalu. Banyak keinginan-keinginan yang ingin saya raih pada saat itu, saat ini saya dapat meraih beberapa impian saya.. dan semoga kedepanya saya dapat meraih banyak hal positif lagi dikehidupan ini. Selamat membaca! :D



Diujung sana rumput-rumput bergeliat mencari sosok yang akan memangkas dirinya elok

Angin bertiup kencang, bertiup semilir dan tenang

Sedangkan Matahari dengan setianya menemani belahan bumi sana agar terang

Ya, disini malam.. bulan & bintang seakan-akan mengajak diriku berbicara kehidupan

Aku terdiam, aku membayangkan, aku merasakan bahwa malam itu indah seindah keindahan yang hanya sering terlihat dengan kasat mata

Tergerak aku langsung ke kamar untuk menulis suatu harapan di papan tulis impian

Ya, aku dan kekuranganku.. aku dan harapanku.. aku dan impianku..

Semuanya sudah aku rencanakan di "White board" impian



Perkenalkan aku M. Rakhmat Setiawan.
kalian cukup memanggilku dengan sebutan "Rakhmat". Nama asliku itu misterius.. Entah apa tujuan orang tuaku memberikan nama itu kepadaku, tapi aku percaya bahwa mereka pasti ingin melihat aku kelak menjadi lentera & rakhmat dikehidupan mereka.. 

Aslinya aku lahir Tgl. 10 Oktober 1993, tapi terjadi suatu kesalahan pada pencatatan akta kelahiranku sehingga usiaku dibuat menjadi lebih muda setahun, imbasnya hingga ke ktp, ijazah dsb. Tapi tak apalah, toh aku juga tak mempersalahkannya.. malah aku merasa lebih muda sekarang. Hehehe

Diluar sana teman-temanku bermain dengan asik dan begitu senangnya larut dalam setiap apa yang mereka mainkan. Disini.. diujung jembatan ditepi lautan yang luas aku bersama teman-temanku juga asik mengarungi dan berenang ditepian laut untuk menikmati indahnya suasana pulau yang berada di tepian.. bukan tepian rasanya, tapi masih jauh ada dipelosok kota Jambi.

Tempat itu adalah Nipah panjang. Kira-kira umurku waktu itu adalah 6 tahun, baru memasuki kelas 1 SD. Aku lahir, aku tumbuh, aku merasakan masa kecilku disana. Ayahku yang seorang perantauan dari Sulawesi juga besar disana.. Begitu juga dengan ibuku dan keluargaku. Aku adalah anak ke-empat dari lima orang bersaudara. Abangku yang nomor 1 pergi merantau ke Kota Jakarta, dan 2 orang kakakku sedang kuliah di Yogyakarta. Tinggal aku dan adikku yang tinggal bersama orangtuaku disini.

Ayahku adalah seorang Nelayan dan Ibuku adalah seorang Ibu Rumah Tangga. Ibuku adalah seseorang tempatku berkeluh kesah menghadapi kesulitan, tempat mengadu, tempat memberikan curahan hati dimana aku sedang sulit. Ibukku adalah orang yang selalu mengerti aku & kondisiku. Dia sangat berharga, dialah yang selalu memotivasi aku untuk terus maju.. Terima kasih mamak "Begitu aku sering memanggil dirinya"..

Hari senin telah tiba, ransel & peralatan tulis lainnya sudah mamak sediakan di meja dekat pintu disana. Aku juga telah siap untuk belajar dihari pertamaku sekolah.
Ya, hari itu adalah hari dimana saya pertama kali merasakan bangku sekolahan. Karena memang sebelumnya aku belum pernah mendapatkan gambaran sekolah itu seperti apa, sebab aku tidak masuk TK sebelumnya. Entah dengan alasan apa orangtua dan keluargaku tidak memperkenalkan dunia TK dikehidupan kecilku. Tapi yang jelas, saya sangat senang kawan! Akhirnya hari itu juga aku dapat merasakan betapa indahnya dunia sekolahan. Menemukan teman-teman baru, orang-orang baru.. dan akhirnya aku sudah dapat dicap sebagai "Anak Sekolahan".

Dengan penuh semangat & rasa senang, aku dan teman-teman sepermainanku berangkat bersama menuju ke rumah pendidikan itu. Hari pertama sekolah.. aku begitu tertarik untuk jauh melesat meraih pendidikan. Kelak aku memiliki impian untuk menjadi Seorang pelopor, seorang tauladan, dan sebagai sosok yang dapat mencerahkan orang-orang layaknya "Matahari" yang setia menerangi bumi dengan cahayanya yang hangat. Aku ingin menjadi seperti Matahari, 

"Matahari yang akan terus & setia memberikan energi, kehangatan, dan cahayanya untuk alam semesta. Kadang dia dicaci kalau bersinar terlalu terik, kadang dia juga di protes kalau tampak sayu dan sedikit bermalas-malasan. Tapi ingat.. nggak peduli apapun itu, matahari selalu muncul setiap hari dengan segala yang dia punya. Dia juga harus berbagi peran dengan bulan dan bintang. Tapi, bukan bearti matahari itu berhenti bersinar, justru dia lagi bersinar hangat dibelahan bumi yang lain. Matahari yang mengajarkan banyak kepada kita untuk terus berbagi. Supaya, kita benar-benar tahu peran kita dan bisa merasakan jiwa kita ini sebenarnya hidup..." Dikutip dari buku 9 Matari.

Akulah matahari itu.. kitalah sebagai matahari bagi keluarga.. kitalah yang akan menjadi bibit-bibit unggul untuk kemajuan bangsa..

Sekolahku itu berada hampir dekat dengan laut. Karena memang aku tinggal di pulau yang jauh dari pemerintahan pusat kota Jambi. Disini listrik hanya hidup pada Pkl. 17.00 WIB sampai Pkl. 07.00 WIB. Selebihnya, kami tidak mendapat jatah aliran listrik dari pemerintah kota jambi. Mungkin saja kami tidak mendapat jatah listrik lebih dikarenakan letak pulau kami yang jauh, hmmm.. tapi memang begitulah kenyataanya.

Omong-omong soal Prestasi akademik disekolah, aku merupakan siswa disana yang sering mendapatkan posisi atas dari sekian puluh anak yang belajar disana. Bahkan saya pernah mendapatkan penghargaan "Piagam sekolah untuk siswa Ranking 1" langsung dari kepala sekolahku. Aku senang, aku langsung memberitahukanya kepada ibuku yang saat itu sedang mencuci baju. Dia juga turut senang, dan dia mengatakan "selamat ya nak, terus tingkatkan prestasimu itu!"kepadaku. Ya, itulah jenis penghargaan yang sering aku terima dari ibuku disaat aku berprestasi disekolah. Berbeda dengan anak-anak lainnya yang apabila mereka berprestasi maka mereka akan dijanjikan serta diming-imingi hadiah oleh orangtua mereka. Sebenarnya aku iri dengan mereka yang mendapat perlakuan seperti itu.. tapi aku akhirnya sadar, dimana aku harus bersyukur menerima keadaan keluargaku yang memang kondisinya seperti itu. Tidak ada pemanjaan, semuanya di didik dengan keras dan penuh kasih sayang. 

Orangtua dan keluargaku telah banyak mengajariku betapa hidup itu penuh dengan pengorbanan dan kerja keras. Aku jadi teringat dengan nasihat Bapakku yang cukup membuatku tegar untuk terus berprestasi disekolah waktu itu, inilah nasihatnya 

"matt.. kita ini dari keluarga biasa, kalaulah kita ndak bisa melakukan perubahan.. awak, mamak, abang dan kakakmu akan terus hidup seperti ini. Ndak akan ada perubahan.. ndak akan ada kemajuan.. dan ndak ada pula yang akan dapat kita banggakan.. kalau kita tidak berusaha untuk mengubah hidup kita ke arah lebih baik. Makanya itu, kita harus tetap tegar untuk menjalani hidup.. janganlah terus-terusan menginginkan sesuatu padahal disekeliling kita masih banyak yang dapat dimanfaatkan. Kamu itu akan besar.. Nanti kamu juga akan mengetahui betapa hidup itu penuh dengan pengorbanan dan kerja keras" 

Dari nasihat bapak itu aku tertantang. Tertantang untuk membuat suatu perubahan,
perubahan dalam hidup & keluargaku. Ya, aku telah memulai awal perjalananku untuk mencari "Perubahan" saat itu..

Saat umurku telah beranjak 9 tahun yaitu saat aku masih kelas 3 SD. Orangtuaku memutuskan untuk membawa keluarga kami merantau ke Kota Jakarta. Kota yang penuh dengan orang, pusat pemerintahan negara. Bapakku tergoda oleh rayuan kawan-kawanya untuk datang ke kota yang misterius itu. Katanya memang hidup disana itu menjanjikan sesuatu, menjanjikan sebuah perubahan. Entahlah itu benar atau tidak, yang jelas kondisi ekonomi keluarga kami memang pada waktu itu sedang mengalami krisis karena kapal bapak di bajak oleh kawanan Bajak laut yang mengakibatkan bapak mengalami kerugian yang sangat besar. Modal kami untuk merantau ke Jakarta adalah dengan menjual rumah dan sejumlah aset yang bapak miliki. Hasilnya kami bermodalkan sekian puluh Juta saja untuk bekal merantau kesana. 

Aku sempat bertanya-tanya kepada bapakku mengenai kota Jakarta..

"Pak.. memangnya kota Jakarta itu seperti apa sih ? Kok kayaknya banyak orang yang ingin pergi kesana.. Bisa dijelasin kepadaku gak pak ? Dia pun menjawab,

Kota itu penuh dengan orang-orang pekerja keras, kota yang sering kamu lihat di televisi, sumber kehidupan bagi para perantauan seperti kita sekarang ini". Itulah jawaban singkat yang diberikan oleh Bapakku saat menafsirkan kota Jakarta kepadaku saat itu. Aku jadi tertarik dengan penggalan petuah beliau bahwa "Kota jakarta adalah sumber kehidupan bagi orang-orang perantauan" Hmm.. apakah memang seperti itu ? sepertinya iya, karena memang seorang perantauan terdorong untuk merubah hidupnya karena biasanya didaerah asalnya seorang perantauan ini tidak dapat berbuat apa-apa. Dan dengan jalan merantau itulah seorang perantauan ingin merubah hidupnya... yah itulah perkiraanku.

Orang perantauan biasanya memiliki semangat & motivasi yang besar. Dan itu terbukti, semangat dan motivasi kami untuk menjajaki Kota Jakarta sangat besar. aku sendiri ingin mengenali seperti apa Kota yang disebut-sebut orang sebagai Kota berjuta-juta umat. Yang jelas kami siap menghadapi perjalanan selanjutnya.. siap bersaing untuk perubahan maju dikeluarga kami.

Di kota yang penuh sesak ini aku tidak mendapatkan perubahan yang berarti. Malah prestasi yang aku banggakan dulu itu, disini tidak mendapati di posisi teratas. Biasa saja, seperti mengalir tanpa arah tujuan.. tidak mendapat ranking teratas juga tidak mendapat ranking terbawah. Ahh, aku juga malas untuk melakukan sesuatu untuk melakukan sebuah Perubahan dengan nilai-nilaiku itu. Yang ada pada pikiranku waktu itu adalah "Bermain", bermain dan terus bermain dengan teman-teman disekitar rumahku. Saat ujian sekolahpun, malamnya aku tidak pernah membuka & membaca buku. Kebiasaan yang selama ini aku lakukan saat itu berubah 180°. Semua bertolak belakang, semua berubah.. semua hambar.. keluargaku juga begitu.. aku yang awalnya hidup rukun dengan Bapakku, saat itu sering berselisih pendapat atas kelakukanku yang terus melupakan waktu. Wajar saja dia marah, sebab aku sendiri sudah tidak peduli dengan kondisi keluarga kami yang semakin hari semakin semerawut. 

Itulah kondisi keluaraga dan diriku pada saat itu. Usaha kami ke kota Jakarta sebenarnya sangat terorganisir dengan baik, keluargaku berupaya membuka usaha warung kecil-kecilan.. dan memang pada awalnya itu warung kami memang merupakan sumber ekonomi yang sangat menjanjikan. Tapi seiring dengan berjalanya waktu.. warung kami omsetnya menurun drastis. Banyak pesaing-pesaing yang lebih dominan dalam menarik pembeli. Kami akhirnya hidup begitu-begitu saja tanpa ada perubahan. Bapak juga terpaksa mencari Pekerjaan untuk menambal kondisi ekonomi kami. Bapak bekerja sebagai Buruh.. Buruh di Toko yang cukup besar diwilayah kami.

Oh ya, sebenarnya watak Bapakku ini sangat keras, disiplin, dan sedikit kolot jika diajak bicara yang sedikit menyinggung perasaanya. Beliau sangat keras dalam mendidik semua anak-anaknya. Tidak ada kata manja, tidak ada kata hidup nyaman selagi tidak punya uang. Dengan kedisiplinan.. dia mengatur hidupku dan keluargaku penuh dengan tanggung jawab. Tak disangka akhirnya aku merasa sikap disiplanya itu menular didalam diriku. Aku merasakanya disaat-saat aku sudah mengakhiri masa-masa bersekolah di SMP. Sebenarnya watak bapak itu baik, tapi cuma cara dia memperlakukan keluaraga kami saja yang terlihat tidak baik. Tidak baiknya seperti apa ? aku tidak mau menjelaskanya disini. Sebab menurutku hal ini cukup aku dan keluaragaku saja yang tahu. Yang jelas aku yakin Bapak itu memang orangnya baik dan sayang kepada keluarga kami..

Prestasi di SMP juga sama dengan prestasi sewaktu SD saat pindah ke Jakarta dulu. Tidak ada perubahan, semuanya mengalir begitu saja dan tidak ada yang dapat dibanggakan dari nilai-nilaiku sewaktu SMP. Akhirnya aku memilih sebuah jalan.. jalan dimana aku memutuskan untuk pindah.. pindah bersekolah.. pindah untuk sebuah perubahan diri. Aku ingin merubah gaya hidupku yang jauh dari aku yang sebenarnya dulu. Aku memilih kota Yogyakarta, aku memilih kota pelajar itu karena memang di ajak oleh kakakku untuk bersekolah disana. Sebab, aku telah banyak di sugesti oleh orangtuaku bahwa mereka tidak mengijinkanku untuk melanjutkan sekolah di Jakarta. Alasan mereka simple saja yaitu "Kondisi lingkungan dan suasana Kota Jakarta itu memang tidak tepat untuk aku hadapi". Akhirnya, aku telah memulai babak baruku itu di kota beragam budaya itu.. di kota pelajar.. Daerah Istimewa Yogyakarta.

Di yogyakarta aku bersekolah di salah satu SMK Negeri yang cukup dikenal, lebih tepatnya aku masuk pada Jurusan Otomotif. Aku memilih SMK karena memang ada alasan yang khusus, alasan itu adalah aku ingin mandiri setelah lulus sekolah nanti. Tidak lagi bergantung kepada orang tua, tidak lagi larut dalam ketergantungan, aku harus mandiri, jika ingin mendapatkan sebuah Perubahan maju.. aku harus memulai dan bergerak dari diri sendiri.. ya, itulah semangat & motivasiku.

Tahun pertama dan tahun keduaku disekolah ini sudah terlihat banyak mendapatkan perubahan. Perubahan dimana aku semakin mengerti hidup, mengerti akan sebuah pengorbanan dan kerja keras yang sesungguhnya. Toleransi, berpikir maju, kedisiplinan, gaya hidup yang tak seperti dulu saat bersekolah di jakarta. Semuanya berubah, dan babak baru didalam hidupku telah memasuki fase yang aku impikan.. yang aku impikan saat berada dikampungku dulu. Ingin menjadi seperti Matahari kehidupan. Dan akhirnya aku mempunyai tekat.. tekat ini sampai sekarang ada didalam pikiranku, terus aku aplikasikan didalam kehidupanku.. beginilah tekatku itu:

"Jangan jadikan kelemahan sebagai sesuatu yang dapat menghambat kita untuk Berprestasi. Bangkit! Segeralah mantapkan niat dan tekat untuk menyusun dan melakukan sesuatu yang dapat mengubah kelemahan itu menjadi sesuatu yang berguna dan mempunyai nilai lebih dikehidupan kita"

Kalimat diatas itu terinspirasi dari pengalaman-pengalaman yang aku lalui selama mengerti sebuah kehidupan. Kehidupan yang mengajariku untuk ikhlas, disiplin, kerja keras, dan menghargai waktu. Quote itu juga membuat aku sekarang jauh lebih termotivasi lagi untuk terus menjalani dan merasakan hidup yang lebih baik. Semangat dan motivasi itu bagaikan nafas yang ada didalam diriku, aku sangat membutuhkan itu.. dan semenjak itu juga Prestasiku disekolah semakin membaik. Pada kenaikan kelas 3 aku mendapatkan posisi 10 Besar. Ya, bagi sebagian orang itu merupakan suatu yang mudah. Tapi bagiku, itulah awal.. awal untuk meraih impianku.. mendapatkan perubahan dalam kehidupanku. Menjadi Matahari kehidupan bagi keluarga dan bangsaku.. 

Oh ya omong-omong, pada awal aku menceritakan perjalanan aku menyinggung tentang "White board". Nah disini akan aku jelaskan apa maksud dan makna dari sebuah alat sederhana itu. Dari alat itulah aku membuat perencanaan didalam hidupku. Mulai dari perencanaan tugas-tugas sekolah, aktivitas, serta sebuah Metode Pelatihan Parkour. Apa itu Parkour ? nanti.. belum waktunya sekarang aku ceritakan panjang lebar mengenai Parkour & pengaruhnya didalam kehidupanku. Yang jelas Parkour telah banyak merubah pola pikir, gaya hidup, kedisiplinan, dan masih banyak lagi pengaruhnya yang nanti akan aku ceritakan pada tulisan selanjutnya.. yang jelas saat ini Parkour adalah nafasku.. nafas yang membuatku mempunyai arah tujuan.. tujuan yang berkaitan dengan impianku yang sudah kutulis diatas. Okay, bukan disini aku menceritakannya.. karena ada tempat khusus dimana aku ingin mencurahkan dan berbagi kepada kalian mengenai aku & parkour suatu saat nanti.. mohon bersabar yaa..!

Berikut adalah contoh gambaran dari perencanaan-perencanaan yang aku tulis di "White Board" impianku yang aku letakkan dikamarku itu. Silakan dibaca & diperhatikan..

"La simplicité method" (Metode Kesederhanaan).

STEI ITB -> The next my Journey..

First : Let's improve my knowledge in vocational high school.
Second : Finding more knowledge from various sources of knowledge.
Third : Have a broad association and found a link to allow myself to be better.

Then :

"Selalu berserah diri kepada Allah SWT. Terus memanjatkan Do'a serta selalu berusaha untuk menjadi Hamba-Nya yang sukses dalam kepentingan duniawi maupun kepentingan kelak di akhirat nanti".

Itulah harapanku.. itulah perencanaanku.. itulah impian dan motivasiku untuk masa depanku.

"Orang hebat adalah orang yang bisa bersalaman dengan kesulitan. Jadi kalau kita lagi punya kesulitan, hadapi! Jgn takut... ibaratnya kamu sudah memutuskan untuk menceburkan diri ke sungai maka pilihanya adl terus berenang utk sampai ke tepian dan meraih semuanya. Menyerah bukan pilihan utk hidup. Krn menyerah cuma akan membuat kamu tenggelam di tengah sungai dan mati tanpa diketahui orang." -9 Matahari.

So, kawanku.. aku mohon do'a kalian semua agar kelak aku dapat meraih impianku itu menjadi suatu kenyataan. ITB.. ya ITB, aku sudah memilih itu. Walaupun nanti akan ada banyak lika-liku rintangan untuk memasuki Universitas Negeri impianku itu. Tapi tak apa.. aku akan berusaha, walaupun akhirnya nanti ada penundaan.. aku percaya Allah telah memiliki jalan yang terbaik bagi setiap Umatnya. 

Terima kasih banyak kalian sudah rela membaca perjalananku sampai sejauh ini.. Mungkin banyak kekurangan disetiap penulisan maupun pengkajian bahasa. Mohon dimaklumi, karena ini adalah hal yang Manusiawi. Aku juga baru belajar, semakin banyak belajar.. nanti juga akan semakin banyak ilmu yang akan kita dapat.


nb : ada beberapa kata yang saya edit dikarenakan privasi. mungkin suatu saat nanti akan ada lagi cerita dari saya selanjutnya yang berkaitan dari cerita diatas.

Semoga cerita diatas dapat memberikan pencerahan dan motivasi kepada kalian untuk terus memiliki impian.. ya impian untuk diwujudkan. :)

Salam hangat,



Rakhmat Setiawan..


Rabu, 18 Agustus 2010 Pkl. 06.17 AM.



Bagaimana? Alay kan? Diwajarkan saja ya, karena saat itu saya baru duduk dibangku kelas 2 SMK dan belum tahu apakah saya dapat melanjutkan study saya atau tidak. Tapi saya bangga bahwa dengan menuliskan hal seperti ini membuat saya dapat bercermin bahwa kita dapat meraih impian apabila kita memiliki komitmen untuk meraihnya, walaupun kadang hasil yang kita dapat berbeda dari ekspektasi.. namun pasti banyak hikmah dan pelajaran hidup yang kita dapat dalam prosesnya.

Saat ini Alhamdulillah saya dapat melanjutkan study saya di Universitas yang kata banyak orang memiliki jurusan Teknik Industri salah satu yang terbaik di Indonesia.

Yup! International Program Industrial Engineering Universitas Islam Indonesia. Duluu, pinginya sih masuk STEI ITB tapi sekarang saya rasa saya menemukan kehidupan yang lebih menarik dengan berkuliah di UII.

Kedepannya saya ingin sekali menyedekahkan ilmu "Teknik Industri" ke khalayak umum karena pada prinsipnya saya percaya bahwa dengan bersedekah akan membuat kita kaya secara spiritual dan intelectual. Untuk memulai bersedekah juga tidak harus dengan materi "Uang" saja. Tapi juga bisa dilakukan dengan sharing ilmu ataupun hal-hal lainnya yang bermanfaat untuk sesama, lingkungan sekitar dan pada diri kita sendiri. 

Jadi tunggu saja postingan-postingan saya berikutnya yang berkaitan dengan Teknik Industri ya!

Hmm.. saya rasa sudah cukup dulu deh ya postingan kali ini. Selamat membaca postingan lainnya! :D

1 komentar:

  1. "Untuk memulai bersedekah juga tidak harus dengan materi "Uang" saja. Tapi juga bisa dilakukan dengan sharing ilmu ataupun hal-hal lainnya yang bermanfaat untuk sesama, lingkungan sekitar dan pada diri kita sendiri."
    Mantap soul kakaaa😅

    BalasHapus

Rakhmat's Home Enjoy!